Samarinda, Busamtv – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 54 Sekolah Samarinda telah resmi dibuka sejak bulan September lalu, setelah selama 3 semester siswa dan tenaga pendidik menjalankan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Saat ini diketahui jika siswa hingga tenaga pendidik atau guru tengah menjalani tantangan baru berupa Learning Loss atau menurunnya kualitas pengetahuan dan keterampilan akademik siswa akibat PJJ selama Pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin, saat dikonfirmasi Busamtv.com menyebutkan, jika di beberapa sekolah di Samarinda saat ini sedang menghadapi Learning Loss.
Dirinya pun menegaskan, jika pelaksanaan PTM ini harus lebih fokus dalam menumbuhkan kembali semangat belajar para siswa, sehingga dapat merangsang minat belajar.
“PTM ini Siswa harus dibuat senang dulu, yang penting menyegarkan suasana psikologi murid,” kata Nuryadin saat dikonfirmasi, Rabu (06/10/2021).
Asli Nuryadin mengatakan, jika semua sekolah di Samarinda yang menjalankan PTM tidak diwajibkan untuk menuntaskan kurikulum (materi pelajaran). Hal itu dikarenakan jam pelajaran telah dikurangi setengah dari waktu pembelajaran normal.
Sementara itu, pendampingan khusus atau remedial bagi siswa yang tertinggal materi juga akan segera dipersiapkan kembali.
“Kami sangat menyadari ketuntasan kurikulum itu mustahil. Makanya kami lebih fokus pada suasana kebatinan siswa dulu sambil menunggu kebijakan nasional,” ungkapnya.
Kepala SMP Negeri 1 Samarinda, Mulyadi mengaku jika pembelajaran daring yang dilaksanakan selama ini sangat berdampak sekali, bahkan membuat siswa menjadi asing saat menginjakkan kaki secara langsung di sekolah.
“Hampir semua siswa itu menjadi pendiam. Semisal gurunya terlambat datang pun mereka akan tetap diam. Bahkan, sedikit bicara dengan teman-temannya,” jelasnya.
Mulyadi juga mengungkapkan, selama pembelajaran daring, membuat siswa semakin terbiasa dengan perangkat digital, seperti laptop dan handphone yang berfungsi sebagai media pembelajaran.
“Makanya saya mengimbau semua guru di sekolah agar dalam proses belajar mengajar diupayakan untuk mengajak siswa berdialog sehingga terbiasa dalam melaksanakan PTM. Karena tidak hanya murid bahkan guru juga harus beradaptasi,” pungkasnya.(*)(Vicky/Tw)








