Samarinda, Busam.ID– Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, menegaskan pentingnya penggalian hukum adat dan kearifan lokal Kaltim dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) belum lama ini.
“Kaltim memiliki sejarah budaya yang sangat panjang, mulai dari adat Dayak, adat Kutai, hingga adat Banjar. Ini menjadikan hukum adat di Kaltim sangat beragam,” ucapnya.
Kuliah umum ini juga dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang turut memberikan materi kepada mahasiswa.
Seno menekankan pentingnya kehadiran peneliti yang fokus mendokumentasikan kekayaan budaya daerah. Ia menyebut temuan artefak di Sangkulirang yang berusia hampir 40.000 tahun sebagai bukti peradaban lama di Kaltim.
“Kebudayaan kita memang telah ada sejak lama. Ini harus terus diteliti dan diwariskan,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti kerukunan masyarakat Kaltim yang hidup damai sejak zaman kerajaan dan komunitas Dayak.
“Inilah yang menjadi kelebihan masyarakat Kaltim, hidup dalam harmoni tanpa konflik antarbudaya,” katanya.
Pemprov Kaltim pun siap mendukung penerbitan buku budaya dan mendorong lebih banyak penelitian tentang Dayak, Kutai, dan budaya pesisir. Ia menambahkan, Dialog Rantau Borneo Kalimantan akan digelar 16 Juni mendatang dengan melibatkan pelaku budaya lokal.
“Kami berharap Bapak Menteri dapat kembali hadir meskipun kami memahami jadwal beliau sangat padat,” pungkasnya.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


