Samarinda, Busam.ID – Penjualan sapi kurban di Samarinda disebut-sebut mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan peternak menjelang perayaan Iduladha.
Pemilik Sapi Sutha Samarinda, Suhartaty, mengatakan, jumlah penjualan tahun ini jauh menurun dibanding periode sebelumnya yang bisa mencapai ratusan ekor. “Kalau tahun-tahun kemarin saya bisa jual sampai 500 sampai 600 ekor. Kalau tahun ini mungkin masih di bawah 200,” ucap Suhartaty, Senin (25/5/2026).
Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya pembelian hewan kurban. Menurutnya, sejumlah kelompok masyarakat yang sebelumnya rutin membeli dalam jumlah banyak kini mulai mengurangi pembelian.
“Mungkin perekonomian masyarakat. Yang tadinya masjid-masjid bisa arisan kurban sampai belasan ekor, sekarang paling 3 atau 4,” ujarnya.
Di sisi lain, harga sapi juga mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sapi dengan harga terendah yang sebelumnya dijual sekitar Rp10 juta hingga Rp12 juta kini mulai dari Rp14 juta per ekor.
Meski begitu, Suhartaty mengaku dalam beberapa hari terakhir mulai ada peningkatan jumlah pembeli yang datang ke kandang. “Kalau mendekati hari-hari begini mulai agak ramai,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


