Tak Kenal Lelah Sambangi Konstituen di Lokasi Berbeda

BusamID
Silaturahmi dengan masyarakat kecamatan Sepaku, PPU. Foto : Ist

Busam.ID – Meski tidak lahir di Bumi Etam, kecintaan Hetifah Sjaifudian (HS) pada Kaltim sangat tinggi. Nampak sekali, Hetifah begitu concern pada kawal kepentingan warga Bumi Mulawarman terutama pada mereka yang menghadapi kesulitan. Selain mengawal beasiswa PIP yang jumlahnya tidak sedikit, Hetifah juga memback up bantuan pada sejumlah institusi pendidikan agar dapat meningkatkan kualitas lulusannya. Bantuan yang dikawal Hetifah itu, kemudian dimanfaatkan dengan pengadaan peralatan, pengadaan ruang belajar ataupun membenahi manajemen di lingkungan institusi pendidikan tersebut.

Care anggota DPR RI dapil Kaltim ini pada daerah pemilihannya sangat tinggi. Bisa dibilang, Hetifah bahkan tak kenal lelah menemui konstituennya di berbagai lokasi berbeda secara maraton. Sikap Hetifah yang familiar pada semua konstituennya, menimbulkan simpati dan kecintaan pada ibu empat putri itu. Ketika berkunjung dan berdialog dengan sejumlah sekolah swasta di Muara Jawa pada Rabu (02/03/22) di sport center SMK PBL Muara Jawa Kukar, Hetifah mendapat sambutan manis dengan penampilan murid SMP DDI yang mengenakan topi segitiga dari kertas bertuliskan ‘We Love You Ibu Hetifah’ di antara foto jebolan almamater ITB ini.

Murid DDI mengenakan topi segitiga Cinta Hetifah. Foto : an

Sebagian konstituen menyebut Hetifah sebagai Bunda Pendidikan bagi sekolah-sekolah di Kaltim terutama lembaga pendidikan swasta. Sebab dari seluruh aspirasi yang dikawal Hetifah, sebagian besar bermuara pada lembaga pendidikan swasta. Seperti SMK PBL di Muara Jawa yang berhasil mandiri dalam peralatan juga mampu menambah ruang belajarnya, diakui Kepala Sekolah SMK PBL M Fathur merupakan dukungan aspirasi dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.

Selain bantuan untuk sekolah, siswa kami sebanyak 135 orang juga mendapat bantuan beasiswa PIP yang dikawal Bunda Hetifah.

Sejumlah peralatan SMK PBL dukungan aspirasi Hetifah. Foto : an

Banyak insan dunia pendidikan swasta yang kecil hati lantaran agak terpinggirkan dari akses perhatian pemerintah daerah. Hadirnya program aspirasi yang digagas anggota Fraksi Golkar DPR RI ini menerbitkan harapan dan semangat, jika sekolah swasta pun mampu menelurkan lulusan yang andal dan siap terjun ke dunia kerja juga masyarakat.

“Kami bingung Bunda, guru-guru swasta ikut P3K. Setelah lulus dia harus pindah ke sekolah negeri. Jadi sekolah kami harus mendatangkan guru baru. Nah ini bikin putus momen antara murid dan guru, karena setiap individu guru memiliki karakteristik berbeda. Lebih dari itu, guru yang sudah berpengalaman menghadapi murid kami, akan berbeda jika guru baru yang mengajar. Ini kesulitan kami Bunda. Kalau bisa, setelah mengikuti program P3K itu, guru kami dikembalikan. Tidak masalah jika guru kami itu juga harus mengajar di sekolah negeri,” papar Eva Ayuningtyas, Kepsek SMP DDI dalam pertemuan dengan Hetifah.

Sejumlah peralatan SMK PBL dukungan aspirasi Hetifah. Foto : an

Sebelum pertemuan dengan dunia pendidikan swasta di Muara Jawa, Hetifah menyempatkan diri menghadiri Musrenbang Kecamatan Muara Jawa. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Adji juga anggota DPRD Kukar A Jais dan Sabri. Dari pertemuan sesi awal Musrenbang itu, Hetifah sebagai wakil dewan di pusat menerima aspirasi agar pengembangan IKN tidak meninggalkan masyarakat lokal. Terlebih Muara Jawa yang arealnya masuk IKN.

“Karena ada wakil rakyat dari provinsi dan pusat, sekaligus kami menyampaikan aspirasi masyarakat lokal terkait pembangunan IKN, untuk pintu tol pendekat serta rehab pintu air di Handil 6 sampai Hadil 9. Pintu air ini berfungsi mendukung pertanian dan perkebunan warga khususnya dalam perkebunan kelapa yang pernah jaya di daerah ini,” papar Safruddin, Camat Muara Jawa di hadapan peserta Musrenbang.

Tari Ngancet Taway menutup pembukaan Musrenbang Muara Jawa. Foto : an

Terhadap aspirasi pembangunan infrastruktur tersebut, Hetifah menanggapi akan meneruskan ke rekan fraksinya di Komisi V yang membidangi. Namun secara implisit, Hetifah menanggapi setuju dengan aspirasi warga lokal di Muara Jawa. Sebab terkait IKN, pemerintah pusat perlu mendorong perekonomian lokal berkembang agar tidak memicu kecemburuan sosial ketika proses pembangunan Kota Nusantara yang bakal melibatkan banyak tenaga ahli dari luar itu. (an/adv)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *