Samarinda, Busam.ID – Rencana pembangunan outlet Kolam Retensi atau Polder Bengkuring Samarinda seluas kurang lebih 5 hektar sampai saat ini belum masuk tahap fisik. Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Yusdiansyah, mengatakan pihaknya masih menelusuri terkait adanya indikasi lahan bersertifikat di area yang terhubung dengan Sungai Karang Mumus (SKM).
“Penanganan aspek sosial dan kepemilikan lahan harus diselesaikan lebih dulu sebelum pekerjaan dimulai,” ujarnya, Selasa (20/1/2025).
Ia menjelaskan, desain awal yang disusun Dinas PUPR Samarinda, salah satu pemilik lahan sempat menyatakan keberatan, karena itu titik outlet di pindah ke lokasi lain. “Setelah desain direvisi dan dilakukan sosialisasi ulang, pemilik lahan menyatakan setuju karena sudah memahami fungsi lahan sebagai fasilitas penunjang,” jelasnya.m
Namun, ia menyebut setelah diukur Kantor Jasa Surveyor Berlisensi, ditemukan indikasi 1 bidang tanah bersertifikat masuk dalam area outlet. Temuan itu kemudian dibahas bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Hasil rapat menyimpulkan objek sertifikat tidak berada di area outlet. Diduga terjadi pergeseran titik pada peta awal,” terangnya.
Meski begitu, pengecekan lapangan ulang tetap akan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemilik lahan terkait sebelum pembebasan lahan dan pembangunan dimulai. “Langkah ini untuk memastikan tidak ada masalah di kemudian hari,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


