Samarinda, Busam.ID – Peristiwa tragis terjadi, Senin (28/10/2024) dini hari di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Samarinda. Seorang tamu di salah satu Guest House di Samarinda bernama Assegaf (20) meninggal dunia bersimbah darah di lantai 3, setelah diduga dikeroyok oleh sejumlah orang.
Peristiwa berawal dari cekcok antara korban dan istrinya bernama Mega. Menurut keterangan Akbar (38), saudara korban sekaligus saksi mata, keributan antara korban dan isterinya itu terjadi sekitar pukul 04.03 Wita di kamar B303. Suara cekcok yang mengganggu, berakibat sejumlah tamu di kamar lain mendatangi kamar mereka untuk menegur.
Namun, teguran tersebut rupanya justru memicu keributan yang lebih besar sehingga berujung pada adu pukul di luar kamar.
“Pelaku Ini mendengar suara ribut itu merasa terganggu, diketuklah kamar adikku (korban, red) dan terus entah bagaimana ceritanya saya tidak tahu, hingga sampai dipukul adik saya oleh 6 orang. Dan saat itu juga Adik saya langsung pulang ke rumahnya di Jalan Hidayatullah untuk melapor kepada kakak-kakaknya,” terang Akbar.
Mendapat aduan, sang kakak kemudian mendatangi Guest House tepatnya ke kamar B301. “Ketegangan pun terjadi, ketika saya naik, adik dan kakak saya sudah berkelahi dengan pelaku. Yang jelas satu orang langsung memukul adikku dan oleh adikku kemudian dilawannya,” jelas Akbar.
Saat terjadi perkelahian tersebut, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis badik dari pinggangnya dan langsung menyerang korban dan kakaknya.
“Saya mau diserang juga tapi saya cepat mundur. Adik saya langsung diserangnya dan ditusuk di dada kirinya, kemudian terjatuh dan kejang-kejang. Melihat itu kakakku mendorong pelaku, namun terkena tikam juga,” urainya.
Usai melakukan aksinya, para pelaku kemudian melarikan diri, sementara dia yang hanya mengalami goresan kecil di bahu kemudian berteriak meminta tolong kepada orang yang berada di Guest House tersebut untuk membawa adik dan kakaknya ke rumah sakit.
“Saat saya berteriak kencang, tidak ada satupun orang yang mau menolong, termasuk penjaga keamanan Guest House,” ucapnya kecewa.
Hingga akhirnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya karena luka tusuk di dada kirinya, sementara sang kakak yang terluka sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim INAFIS Polresta Samarinda yang tiba di lokasi kejadian usai menerima laporan pengelola Guest House, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pantauan di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan senjata tajam jenis badik yang berada terselip di celana korban. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian untuk mengungkap motif dan pelaku pengeroyokan ini. (zul)
Editor: M Khaidir


