Samarinda, Busam.ID -Merebaknya penyakit rabies yang ditularkan lewat gigitan binatang seperti anjing dan kucing liar, mulai mengkhawatirkan masyarakat. Akibatnya, banyak warga yang memilih memproteksi diri dari interaksi dengan binatang-binatang penular virus rabies. Sayangnya langkah itu dinilai pihak Dinkes belum cukup. Dinkes Samarinda menyerukan warga untuk memvaksin hewan peliharaannya secara rutin, demi kebaikan bersama. Disebutkan, vaksin rabies bagi hewan peliharaan warga itu diberikan gratis oleh pemerintah, yang di Samarinda dilayani di empat titik ; Puskesmas Segiri, Puskesmas Lempake, Puskesmas Palaran dan Puskesmas Trauma Center.
Dr. Osa Rafshodia MscIH, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Samarinda, belum lama ini memberikan informasi mengenai penanganan rabies kepada masyarakat awam.
Demi meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai penyakit ini, Dr. Osa memberikan panduan praktis yang dapat membantu masyarakat dalam melindungi diri dan hewan peliharaan dari infeksi penyakit mematikan bila terlambat penanganannya.
Rabies, penyakit disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf, dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi.
“Pencegahan merupakan kunci utama dalam mengendalikan penyebaran rabies. Kami ingin memberikan informasi yang jelas dan langkah-langkah praktis kepada masyarakat agar dapat melindungi diri dan hewan peliharaan mereka dari penyakit ini,” ucap Dr. Osa pada Busam.ID, Senin (19/6/23).
“Jika ada kasus gigitan binatang, masyarakat bisa mendapatkan vaksin rabies di 4 puskesmas ini dengan gratis, yaitu Puskesmas Lempake, Puskesmas Segiri, Puskesmas Palaran dan Puskesmas Trauma Center,” ucap Dr. Osa.
Berikut ini beberapa langkah penting yang disampaikan oleh Dr. Osa kepada masyarakat:
1. Vaksinasi Hewan Peliharaan: Penting untuk memastikan bahwa semua hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, mendapatkan vaksin rabies secara teratur. Dr. Osa mengimbau masyarakat untuk memastikan bahwa kartu vaksinasi hewan peliharaan mereka selalu terupdate.
2. Menghindari Kontak dengan Hewan Liar: Hindari kontak langsung dengan hewan liar, seperti anjing liar dan kelelawar. Masyarakat diingatkan untuk menjaga jarak dan tidak mencoba menyentuh atau memberi makan hewan-hewan tersebut.
3. Penanganan Gigitan Hewan: Jika terjadi gigitan hewan, segera bersihkan luka dengan air dan sabun selama 15 menit. Setelah itu, segera cari bantuan medis untuk penanganan lebih lanjut. Masyarakat juga diminta melaporkan kejadian gigitan hewan kepada pihak berwenang setempat.
4. Edukasi Masyarakat: Dr. Osa menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai gejala dan penanganan rabies. Dengan pengetahuan yang meningkat, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda awal rabies pada hewan dan segera mencari perawatan.
Dr. Osa juga menyoroti pentingnya kerjasama antara pihak berwenang dan masyarakat dalam penanganan rabies.
“Upaya pencegahan dan pengendalian rabies membutuhkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, pemilik hewan peliharaan dan masyarakat umum. Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman rabies,” tambahnya.
Sebagai penutup, Dr. Osa mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap rabies dan selalu mengikuti langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan. (RYAN)
Editor : A Risa








