Balikpapan, Busam.ID – Penghentian penjualan pertalite di dua SPBU di Kota Balikpapan dinilai tidak menjadi solusi dalam mengatasi masalah antrean kendaraan di SPBU-SPBU lainnya.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Nurhadi Saputra, mengatakan, dengan kondisi tersebut, pihaknya mempertanyakan jatah pertalite untuk Kota Balikpapan.
Karena kabarnya sebenarnya, di tahun ini lebih banyak dari pada tahun lalu.
Menurutnya, jika memang ada usaha dari pemerintah untuk mencoba, supaya Balikpapan dibiasakan tanpa pertalite harusnya diberitahukan kepada masyarakat.
Sehingga masyarakat tidak perlu bertanya -tanya kembali, apalagi permasalahan pertalite ini adalah kebutuhan primer masyarakat menengah ke bawah. Sesuai dengan tujuan dari adanya Pertalite itu adalah BBM bersubsidi.
“Kami tidak sependapat entah itu keputusan dari Pertamina atau dari Pemkot dengan tidak melayani lagi penjualan Pertalite untuk R4 di dua SPBU Stal Kuda dan Sepinggan.
Karena alasannya dua SPBU ini yang bikin macet. Sebenarnya bukan seperti itu, jika dipindahkan itu bukan malah menyelesaikan masalah. Tapi memindahkan masalah,”ujarnya, Kamis (30/11/2023).
Dikatakannya, SPBU Stal Kuda tersebut macet karena jalur sebelah kiri memang dipakai untuk antrean. Dan jalur sebelah kanan ada jalur putar. Harusnya dicoba direkayasa lalu lintasnya untuk tidak boleh mutar.
“Putarannya di lokasi yang lebih jauh, Insyallah tidak ada kemacetan di situ. Sehingga jalur kiri masih dipakai jalur kanan bisa dipakai jalur lurus. Begitupun juga atrean yang terjadi terjadi di SPBU Sepinggan, jalur sebalah kiri masih bisa digunakan untuk atrean,” ujarnya. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


