2 Bangunan Usaha di Samarinda Ludes Terbakar

Busam ID
Pemadam melakukan penyiraman di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kawasan Jalan Antasari RT 24 Samarinda. (Foto by IST)

Samarinda, Busam.ID — Warga di kawasan padat penduduk Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, dikagetkan oleh musibah kebakaran hebat pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Kobaran api membesar dan dengan cepat melahap dua bangunan usaha bertingkat, serta berdampak pada dua bangunan di sekitarnya.

Peristiwa yang terjadi saat aktivitas warga baru dimulai tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar dan pengguna jalan. Asap hitam pekat membubung tinggi menutupi langit kawasan Teluk Lerong Ulu ketika api berkobar hebat di dalam bangunan.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Toyo, titik awal munculnya api pertama kali terlihat dari bagian belakang sebuah ruko tempat servis handphone (HP).

Melihat adanya kepulan asap dan percikan api, Toyo bersama warga sekitar sempat berusaha melakuan penanganan darurat dengan peralatan seadanya. Namun, material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api membesar dalam hitungan menit.

“Saya lihat api muncul dari bagian belakang tempat servis HP ini. Saya coba bantu padamkan pakai alat seadanya, tapi apinya cepat sekali membesar,” kata Toyo di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, saat musibah terjadi, ruko servis HP tersebut masih dalam kondisi tutup dan belum ada aktivitas pelayanan.

“Untuk penyebab pastinya saya kurang tahu, tempat usahanya juga tadi belum buka,” jelasnya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda langsung bergerak cepat usai menerima laporan darurat dari warga.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu, S.T., mengungkapkan bahwa laporan kebakaran (TKP 65) tersebut masuk ke call center pada pukul 06.05 WITA.

“Kami mendapatkan informasi kebakaran sekitar pukul 06.05 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dan armada dari tiga posko terdekat—yakni Posko 1, Posko 3, dan Posko 4—langsung kami luncurkan ke TKP,” terang Wisnu.

Wisnu menerangkan, objek utama yang terbakar merupakan dua unit bangunan tempat usaha bertingkat dua lantai. Tingginya intensitas radiasi panas dan hembusan angin pagi membuat dua unit bangunan di sisi kanan dan kirinya turut terdampak.

Proses pemadaman hingga pendinginan (overhaul) membutuhkan waktu ulet lebih dari dua jam guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kobaran susulan.

“Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Kendala di lapangan alhamdulillah tidak ada yang berarti, pasokan air lancar dan api berhasil kita kuasai sepenuhnya,” tegas Wisnu.

Mengenai pemicu utama munculnya si jago merah, Disdamkarmat Kota Samarinda menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian dan olah TKP kepada jajaran kepolisian setempat.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kami belum bisa memberikan keterangan mendalam terkait asal-usul pemicu api,” tutup Wisnu.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil yang dialami para pemilik tempat usaha diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (Zul)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *