Samarinda, Busam.ID – Operasi Zebra Mahakam 2025 resmi berakhir Minggu (30/11/2025) setelah berlangsung selama 14 hari. Selama pelaksanaan, Satlantas Polresta Samarinda mencatat ratusan pelanggaran lalu lintas, sekaligus penurunan angka kecelakaan dibanding tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan pihaknya menindak 403 pelanggaran melalui penegakan hukum langsung. Sementara itu, 910 pengendara diberikan teguran, terutama karena tidak menggunakan helm dan tidak mematuhi aturan dasar berlalu lintas.
“Selain penindakan, kami juga melakukan langkah preemtif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Hasilnya cukup positif karena angka kecelakaan pada periode yang sama turun,” ujar La Ode, Senin (1/12/2025).
Sepanjang Operasi Zebra, tercatat 4 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan pengendara meninggal dunia di wilayah Polresta Samarinda. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7 kejadian.
La Ode menegaskan masih banyak masyarakat yang mengabaikan keselamatan, terutama penggunaan helm. “Penggunaan helm masih menjadi pelanggaran terbanyak. Kami terus mengimbau agar pengendara selalu patuh, karena helm sangat penting untuk mengurangi fatalitas,” tegasnya.
Salah satu temuan penting selama operasi yaitu masih maraknya pelajar yang mengendarai motor meski belum memiliki SIM.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak memaksakan diri membawa kendaraan. Jika rumah jauh, manfaatkan transportasi online atau minta diantar orang tua. Berkendara tanpa SIM sangat berbahaya,” pesannya.
La Ode juga memastikan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap berjalan selama dan setelah Operasi Zebra.
“Setiap pelanggar yang tertangkap kamera ETLE akan menerima surat konfirmasi dan diberi waktu 14 hari untuk klarifikasi. Jika tidak dikonfirmasi, datanya akan diteruskan ke Samsat untuk pemblokiran,” jelasnya.
Dengan berakhirnya Operasi Zebra, Satlantas Polresta Samarinda kini mulai mempersiapkan Operasi Lilin yang rutin digelar jelang libur Natal dan Tahun Baru.
“Mobilitas masyarakat meningkat, sementara kedisiplinan justru kerap menurun. Kami akan memperkuat patroli dan penegakan hukum untuk menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


