555 Keluarga di Samarinda Masih Berisiko Stunting

Busam ID
Pemkot Samarinda saat menyambangi salah satu keluarga kategori beresiko stunting. Foto by Uca/Busam.id

Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 555 keluarga di Samarinda masih masuk kategori berisiko stunting. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, Deasy Evryani, Senin (13/10/2025).

Ia mengatakan, keluarga berisiko itu akan menjadi fokus pendampingan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program tersebut dilakukan dengan pendekatan langsung sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

“Kita akan kawal satu per satu. Ada yang perlu diberi tambahan nutrisi, ada juga yang cukup dengan sosialisasi dan edukasi,” ungkapnya.

Selain perbaikan gizi, Deasy menekankan pentingnya sanitasi dan air bersih sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. DPPKB juga akan berkoordinasi dengan PDAM Samarinda untuk memastikan keluarga sasaran memiliki akses air layak.

“Salah satu penyebab stunting adalah buruknya sanitasi. Karena itu, kami akan mengajak PDAM ikut berperan menjadi bagian dari gerakan orang tua asuh melalui program Genting,” jelasnya.

Deasy juga mengingatkan masyarakat agar aktif datang ke posyandu minimal sekali dalam sebulan. Ia menjelaskan, kini posyandu sudah menjadi lembaga resmi sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

“Posyandu sekarang bukan lagi sekadar wadah kegiatan masyarakat, tapi sudah menjadi lembaga yang masuk dalam enam SPM bidang kesehatan. Jadi, pencegahan terbaik dimulai dari posyandu,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *