Samarinda, Busam.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mendata 62 dugaan kasus campak hingga awal Maret 2026. Namun, kepastian kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Masih suspek artinya ini masih dicurigai, belum tentu positif campak. Sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan,” terang Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, Senin (9/3/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Samarinda telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di kota Samarinda 6 Maret lalu agar segera berkoordinasi jika ditemukan peningkatan kasus serupa.
Ismed menjelaskan, sejauh ini kondisi di Samarinda masih relatif aman karena capaian imunisasi campak dinilai cukup tinggi sehingga telah membentuk kekebalan komunal di masyarakat. “Vaksin campak di Samarinda capaiannya bagus, jadi sudah ada kekebalan komunal. Saya yakin meskipun sekarang ada 62 suspek itu belum tentu positif,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dengan anak usia bayi dan sekolah, untuk memastikan imunisasi campak diberikan sesuai jadwal sebagai langkah pencegahan utama.
“Kalau sudah waktunya vaksin campak, lakukan vaksin. Itu yang paling penting untuk mencegah penularan,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


