Samarinda, Busam.ID – Upaya pelarian MZ (22), terduga pelaku penembakan terhadap seorang mahasiswi di kawasan Perum Graha Indah, Kecamatan Samarinda Ulu, tak berlangsung lama. Hanya berselang beberapa jam setelah kejadian, pria tersebut berhasil diringkus polisi bersama senapan angin yang diduga digunakan untuk melukai korban.
Peristiwa itu terjadi Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.25 Wita di Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Korban berinisial LA (20), seorang mahasiswi, saat itu baru pulang kuliah dan hendak memarkirkan sepeda motornya di depan rumah.
Namun, suasana mendadak berubah ketika terdengar suara letusan. LA seketika terjatuh sambil memegang bagian belakang kepalanya. Keluarga yang panik langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengatakan korban mengalami luka bagian belakang kepala dan saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Samarinda.
“Korban berinisial LA saat ini masih menjalani perawatan akibat luka di bagian kepala,” ujar Asriadi, Sabtu (13/6/2026).
Berbekal laporan keluarga korban dan hasil penyelidikan di lapangan, personel Reskrim Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda bergerak cepat. Sejumlah saksi diperiksa, sementara rekaman CCTV di sekitar lokasi turut dianalisis untuk mengungkap pelaku.
Hasilnya, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, atau kurang dari 4 jam sejak kejadian, polisi berhasil mengamankan MZ di wilayah Tenggarong Seberang. Dari tangan pria berusia 22 tahun tersebut, petugas turut menyita barang bukti berupa senapan angin yang diduga dipakai dalam aksi penembakan.
“Berkat kesiapan anggota Polsek Samarinda Ulu yang dibantu Tim Jatanras Polresta Samarinda, pelaku berhasil diamankan dan saat ini sudah berada di Mako Polsek Samarinda Ulu,” kata Asriadi.
Meski pelaku telah ditangkap, polisi masih mendalami motif di balik aksi yang menyebabkan mahasiswi tersebut mengalami luka di kepala.
“Motif sementara masih kami dalami. Tim di lapangan masih bekerja dan akan dilakukan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (zul)
Editor: M Khaidir


