Samarinda, Busamtv.co.id – Para pedagang di pasar tradisional secara umum mengalami penurunan omzet setelah Pemberlakun Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Khususnya mereka yang berjualan sayuran dan hasil kebun yang turun drastis karena sepinya pembeli, sehingga kondisi tersebut menyebabkan harga labil. Terlebih saat sektor ini hanya diizinkan buka sampai dengan pukul 15.00 Wita dengan kapasitas 50 persen.
Berdasarkan Hasil penelusuran Busamtv.co.id di lapangan, para pedagang di salah satu pasar yang ada di Kota Samarinda menyampaikan bahwa walaupun stok bahan pokok relatif stabil, namun harga bahan pokok mengalami penurunan dikarenakan sepinya pengunjung. Minimnya permintaan membuat para pedagang terpaksa menurunkan harga, hingga mereka minim keuntungan. Bahkan tak jarang, barang dagangan tak sampai habis terjual.

“Harga bahan pokok malah turun. Karena faktor pengunjung pasar sepi, jadi harga yang di turunkan,” ucap Mia (24) salah seorang pedagang sayuran, di pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur kepada Busamtv.co.id, Rabu (28/7/2021).
Hal senada disampaikan Yayan, pedagang ikan yang sehari-hari menggelar dagangannya di los ikan, bahwa sejak pemberlakuan PPKM level 4, omzetnya cenderung terjun bebas.
“Kami berharap pandemi ini cepat berlalu agar semua kembali normal,” ungkapnya.
Budi, penjual bawang menyatakan jika dalam sehari dia bisa meraup keuntungan sebesar Rp 2,5 – 5 juta, sekarang turun 50 persen.(*)(Oneng/Tw)








