Samarinda, Busam.ID – Kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Aji Mirni Mawarni. Ia menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku yang berada di lapangan, tetapi harus mengungkap pihak yang berada di balik pembakaran.
Hal itu disampaikan Mirni saat berdiskusi dan bersilaturahmi dengan wartawan di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Kamis (27/8/2026).
Menurut Mirni, karhutla yang terus berulang menunjukkan perlunya kepastian dan ketegasan hukum. Ia khawatir masyarakat hanya menjadi pihak yang dikorbankan, sementara pihak yang diduga menjadi dalang justru tidak tersentuh.
“Selama dalang lepas, ini akan terus terjadi. Yang rugi siapa? Masyarakat. Dalangnya harus dituntaskan dan diberikan hukuman seberat-beratnya,” tegasnya.
Ia menduga pembukaan lahan untuk kepentingan tertentu dapat melibatkan masyarakat sebagai pelaksana di lapangan. Karena itu, aparat diminta tidak berhenti pada pelaku pembakaran, tetapi menelusuri siapa yang memberikan perintah dan memiliki kepentingan di baliknya.
Mirni mengatakan DPD RI telah mendorong pemerintah agar penanganan karhutla dilakukan lebih cepat. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tetap menjadi pihak yang paling cepat melakukan penanganan di lapangan, sementara pemerintah pusat memberikan dukungan.
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya PWI membuka ruang komunikasi antara wartawan dan para pemangku kebijakan.
Ia berharap berbagai persoalan yang disampaikan jurnalis dapat menjadi bahan perjuangan Mirni dalam membawa aspirasi Kaltim ke tingkat pusat.
“Yang hadir di sini bukan masyarakat biasa. Mereka menerima informasi, menyaring informasi, kemudian menyebarluaskannya. Semoga apa yang diserap Ibu Mirni benar-benar menjadi bahan perjuangan untuk Kalimantan Timur di Senayan,” ujarnya.
Selain karhutla, Mirni juga mendorong generasi muda Kaltim membangun pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Ia meminta usaha yang dirintis anak muda tidak sekadar dijadikan batu loncatan sambil menunggu pekerjaan kantoran.
“Kalau memang usaha, fokus saja dan jalankan sungguh-sungguh. Karena dengan membuka usaha, kita juga membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain,” tuturnya. (zul)
Editor: M Khaidir


