Samarinda, Busam.ID – Lantaran menuding adanya rekayasa dalam rapat kerja (raker) KONI Kaltim, salah seorang pengurus Komite Olaharaga Nasional Indonesia cabang Kaltim, menjadi samsak temannya sesama pengurus. Sugeng korban pemukulan, lantas melaporkan penganiayaan yang diterimanya ke polisi. Raker yang membahas syarat bursa Ketua KONI Kaltim pada Sabtu (28/01/22) itu akhirnya berujung ricuh.
Sugeng yang tercatat pengurus KONI Kaltim bidang Pelti (Persatuan Lawn Tennis Indonesia/tenis lapangan), menuding raker merekayasa syarat untuk maju dalam pencalonan Ketua KONI Kaltim periode empat tahun ke depan.
Sebab syarat yang disepakati untuk terpilih sebagai Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026, terdiri 30 persen dukungan KONI Kab/Kota dan 30 persen dukungan dari cabor serta badan fungsional, tidak diatur dalam AD/ART lembaga otoritas keolahragaan di Indonesia itu.
“Memang syarat tersebut tidak diatur dalam AD/ART organisasi, tapi dimungkinkan sebagai tata tertib Musprov tiga minggu ke depan,” jelas Zulkarnain, Humas KONI Kaltim.
Lebih lanjut Zulkarnain menyebut, Sugeng yang berambisi memenangkan pemilihan Ketua KONI Kaltim periode 2022-2026 itu, melakukan tindakan kurang pantas sebagai kandidat.
“Perbedaan pendapat itu biasa saja. Tapi jika salah cara penyampaian, jadinya menyinggung banyak orang. Untuk perhelatan Musprov nanti, Sugeng itu seharusnya menggalang suara bukan memaksakan kehendak, dengan meributkan ketentuan yang disepakati sebagian besar peserta raker,” tandas pria bertubuh subur ini.
Selain Sugeng, turut maju dalam bursa Ketua KONI Kaltim 2022-2026 di Musprov tiga pekan mendatang, adalah pengurus KONI lainnya Rusdiansyah Aras. Sejauh ini kubu Rusdiansyah Aras mengklaim sudah mengantongi dukungan 68 suara dari total 81 peserta Musprov.
Terkait rencana Sugeng hendak melaporkan pidana kasus pemukulan yang dialaminya, Zulkarnain menilai sah-sah saja. Menurut pria yang akrab dipanggil Bang Zul oleh awak media ini, KONI Kaltim pun secara kelembagaan juga akan melaporkan Sugeng sehubungan dengan tudingan rekayasa dalam raker tersebut.
“Silahkan saja dia (Sugeng) melapor ke polisi terkait pemukulan. Pengurus KONI Kaltim juga akan melaporkan dia karena tudingan di kanal youtube-nya tentang rekayasa raker. Salah satunya ditujukan pada ketua steering committe Andi Harun yang saat ini menjabat Walikota Samarinda,” tandas Zulkarnain.
Sementara itu secara terpisah, Sugeng yang dikonfirmasi media ini menolak berkomentar alasan sedang tidak enak badan. (nin/an)








