Truk Parkir di Badan Jalan dan Drainase Mampet Dipansuskan

BusamID
Markaca - Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda (foto kaka nong)

Samarinda, Busam.ID – Maraknya truk yang parkir di badan jalan, juga kerap melintas kota di jam-jam sibuk, menimbulkan keresahan masyarakat Kota Tepian. Pasalnya, aktivitas truk yang sekenanya itu tak jarang memicu la

“Parkir di badan jalan, saat malam hari gelap truk diam diseruduk sepedamotor, timbul korban. Truk melintasi kota di jam-jam sibuk juga menimbulkan kerawanan laka lantas,” cetus Mufar salah seorang warga yang setiap hari selalu melintasi jalan Kota Samarinda.

Selain aktivitas truk yang sudah menimbulkan keresahan warga itu, pembangunan infrastruktur jalan seperti trotoar juga dikritisi. Pembangunan trotoar yang berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, dinilai tidak memberi manfaat kepada pedestrian. Selain tidak memperhatikan sisi keindahan, pembangunan trotoar yang dilakukan Pemkot Samarinda juga tidak mempertimbangkan kemanfaatan secara luas bagi masyarakat. Terbukti, banyaknya trotoar yang posisinya sejajar dengan jalan sering digunakan sebagai jalur parkir kendaraan. Atau trotoar yang digunakan untuk berdagang PKL.

Selain trotoar, infrastruktur yang menjadi sorotan adalah drainase mampet. Banyaknya drainase mampet dinilai turut memicu terjadinya banjir lantaran air terhambat mengalir ke sungai.

Adanya keluhan dari permasalahan tersebut, mendorong DPRD Samarinda membentuk Pansus III tentang Penggunaan dan Pemanfaatan Jalan. Pansus diketuai Markaca ini, menghimpun permasalahan jalan-jalan umum di Samarinda yang perlu diatur seksama sehingga tidak menimbulkan keresahan ataupun memicu kecelakaan lalu lintas.

“Ini sebenarnya hasil kajian kami juga di Komisi III DPRD Samarinda sewaktu sering turun ke lapangan. Kami melihat pemanfaatan infrastruktur jalan dan drainase yang perlu ditata dengan lebih baik ke depannya,” ungkap Markaca di Gedung DPRD Samarinda, Jum’at (4/2/2022).

Tambahnya, Pansus III ini terbentuk karena melihat kondisi pembangunan jalan dan drainase yang sebagian nampak belum terintegrasi sesuai fungsinya. Sebab, banyak terdapat trotoar di jalan umum namun tidak bisa dimanfaatkan pejalan kaki.

Selain itu, dijelaskan Markaca bahwa, masih banyak kendaraan bermuatan material atau truk yang masih melintas pada siang hari hingga malam hari sebelum pukul 22.00 nampak ramai melintas.

“Nah, ini yang menjadi keresahan bagi kami juga, agar ke depannya truk yang melintas diatur waktunya untuk mempertegas dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” tandasnya.

Kemudian, Markaca juga mengeluhkan kendaraan besar seperti truk dan tronton yang masih parkir sembarangan bukan pada tempatnya.

Karenanya banyak warga Samarinda yang sudah menjadi korban akibat ulah dari oknum sopir truk tersebut.

“Nanti rencananya Pansus ini akan kami buat jalur-jalur khusus mana yang masuk dalam rancangan Perda,” sebutnya.

Sementara ini, kata Politikus Gerindra tersebut, bahwa pihaknya masih menggodok di internal Komisi III DPRD Samarinda. Sebab pihaknya tengah melakukan rapat untuk membahas Pansus tersebut hingga matang.

“Saat ini kami rapat. Kemudian pada hari ini Senin, 7 Maret 2022 ada rapat dengan Bapemperda DPRD Samarinda untuk membahas raperda tersebut,” pungkasnya.

Ke depan juga, disebutkan Markaca bahwa, pihaknya akan melakukan hearing dengan pihak organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemkot Samarinda untuk membahas raperda tersebut.

“Kami undang PUPR, Dishub dan Satpol PP agar raperda itu lebih matang dan tetap guna,” sebutnya.

Pihaknya juga diketahui akan melakukan studi banding dengan kabupaten/kota yang sudah menerapkan perda tentang penggunaan dan pemanfaatan jalan yang sudah mendapatkan penghargaan dari pihak peneliti atau instansi terkait.

“Pasti kami mencari referensi juga, misalkan di Bandung, Surakarta dan Tangerang,” kata Markaca.

Dia mengharapkan, pembentukan pansus ini dapat membuat raperda tentang penggunaan dan pemanfaatan jalan, sehingga dapat berjalan lancar sampai ditetapkan sebagai Perda. (kaka nong/ryan)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *