Samarinda, Busam.ID – Usai dilakukan penutupan tambang illegal di Jalan Sukorjo RT 42 Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kamis (6/7/22) lalu oleh warga, media Busam.ID langsung melakukan penulusuran ke lokasi tambang tersebut.
Saat berada di lokasi tambang yang berjarak 50 meter dari jalan raya tersebut terlihat tidak ada aktivitas pun, hanya ada satu unit alat berat excavator masih terparkir di dekat sebuah pos.
Busam.ID mencoba berbincang dengan salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan Namanya. Dia menyebutkan, lokasi tambang yang ada di Jalan Sukorejo ini ada 3 lokasi dari dua RT, yakni RT 42 dan RT 38.
“Disini ada 3 lokasi, di sekitaran perumahan ada satu dan sudah terlihat batu baranya sudah di gali, sedangkan di pinggir jalan ada 2 lokasi,” kata warga tersebut.
Disebutkannya, usai warga melakukan aksi demo dan melakukan penutupan, Kamis (7/7/2022) lalu, aktivitas penambangan rupanya tak berhenti.
Mereka tetap melakukannya pada tangah malam.
“Dua hari lalu ada penutupan oleh warga, malamnya sekitar jam 00.00 Wita terlihat antrian truk hingga ke masjid. Mereka haulingnya tengah malam, mungkin sudah habis batu baranya diangkut,” ujar warga itu lagi.
Ditanyakan aktivitas hauling mereka melintas atau menggunakan jalan mana, warga tersebut mengatakan haulingnya mereka melewati jalan raya umum.
“Ya, jalan raya itu mereka lewati, jalan di depan kantor Camat juga dilewatin. Pas disimpangan Terminal Lempake, mereka belok kiri arah Kebun Agung dan gak tau mereka bongkarnya di mana,” tambahnya. (dic)
Editor: Redaksi BusamID








