Sopir Truk Keluhkan Pembatasan Jam Operasional di SPBU Kebun Sayur

BusamID
Ilustrasi pengisian BBM Solar di SPBU khusus kendaraan besar di Jalan Soekarno-Hatta , Km 13 Balikpapan. (ist)

Balikpapan, Busam.ID – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk menertibkan antrean pengisian solar di SPBU Kebon Sayur, Kecamatan Balikpapan Barat dikeluhkan oleh sejumlah sopir truk.

Idris, salah seorang pemilik truk mengaku, kebijakan pembatasan jam pengisian solar di SPBU Kebun Sayur membuatnya dirinya kehilangan waktu istirahat, karena harus mengantre di malam hari setelah bekerja seharian.

“Karena malam ini jam istirahat, apabila dibukanya jam 10 malam. Itu kan jam istirahat, harusnya sudah tidur sama anak istri, kita masih di pom bensin (SPBU, Red) mengantre. Hal ini tentunya sangat memberatkan sekali,” kata Idris, Kamis (22/7/2022).

Selain itu, lanjutnya, kebijakan pembatasan jam pengisian solar di SPBU Kebun Sayur jiga membuat dirinya kesulitan dalam mencari nafkah.

Karena truk yang dikendarainya melayani bongkar muat dan pengiriman bahan pokok bahan pokok di pelabuhan, pada pagi hari.

Sedangkan waktu yang diperbolehkan untuk pengisian solar hanya di malam hari di atas pukul 22.00 – 05.00 WITA.

“Sekarang begini, kalau mobil kami tidak ada BBM, perut ini tidak bisa terisi. Kami ingin kayak normal lagi. Sehari-hari saya membawa sembako dari pelabuhan. Kalau mobil saya sudah 2 ret ke Samarinda baru antre lagi. Tidak setiap hari,” ujarnya.

Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pendapatan sebagai supir truk. Karena ketika baru pulang mengantar barang, dan akan bongkar muat di pagi hari, solar di kendaraannya tidak cukup.

Camat Balikpapan Barat, Arif Fadilah mengatakan, ia sempat berdialog dengan warga, pasca berlakunya jam pengisian solar. Warga mengaku bersyukur ada perubahan yang cukup signifikan.

“Mereka bersyukur sudah ada perubahan yang dulunya pagi itu biasanya sudah ada antrean kendaraan, sekarang pagi-pagi tidak ada antrean. Keluhan mereka ini, antrean menganggu jalan. Mereka yang berjualan jadi ketutupan. Bahkan, sudah dikasih ban untuk menghalangi parkir, malah digeser oleh sopir truknya,” tuturnya.

Sebagai informasi, jam pengisian BBM Solar bagi kendaraan roda 6 dimulai pada jam 22.00 Wita hingga 05.00 Wita pagi hari. Roda empat pribadi dan angkutan dilakukan pukul 07.00-12.00 Wita.

“Untuk antrean, kami bersama supir sepakat, jam 21.00 Wita sudah bisa mulai mengantre di tempat-tempat yang tidak ada aktivitasnya. Untuk tempat-tempat yang ada aktivitasnya, diimbau untuk tidak menempatkan mobilnya di sana,” terangnya.

Pihaknya terus koordinasi dengan koordinator sopir truk. Akan ada evaluasi dari Pertamina dan Dishub 2 minggu ke depan. (man)
Editor: Redaksi BusamID

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *