IPSM Urus Warga Sebatang Kara yang Kena Bisul Akut

BusamID
Nanang saat di rumah bangsalannya. Sc ft Dinsos Samarinda

Samarinda, Busam.ID – Tak bisa bangun akibat sakit bisul akut di punggung belakang sebelah kiri, seorang warga yang tinggal sebatang kara di Kota Tepian terpaksa dilarikan ke rumah sakit oleh anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kelurahan Sungai Pinang Dalam (SPD) Samarinda.

Warga tersebut Nanang Nurhadi (56) sehari-hari diketahui bekerja sebagai tukang parkir di depan BRI Lambung Pasar Inpres.

Awalnya terang Suwardi, anggota IPSM SPD yang mengurus pengobatan Nanang, Minggu (16/10/2022) sore dia mendapat telpon dari Ketua RT 36 di Jl Gerilya, mengabarkan perihal warga sebatang kara yang sakit sampai tak bisa bangun.

Nanang dalam perawatan medis di ruang Aster RSUD AW Sjahranie, bersama anggota IPSM SPD Suwardi yang mengurusi proses pengobatannya. Sc foto Dinsos Samarinda

Suwardi bersama tim-nya segera meluncur ke TKP. Benar saja, di salah satu bangsalan berjarak dua petak dari rumah Ketua RT 36 SPD, didapati seorang pria baya yang sudah beberapa hari tak bisa bangun lantaran sakit bisul akut di punggungnya.

“Selama beberapa hari ini dia makan dan minum dibantu tetangganya Cuma karena sakitnya makin parah, kami dihubungi untuk tindakan asistensi ke medis,” terang Suwardi.

Bersinergi dengan program dokter on call (DOC) yang diluncurkan Pemkot sejak awal 2022, Suwardi menghubungi layanan gawat darurat ke rumah pasien ini.

“Kami bertindak berkomunikasi dulu dengan warga yang memerlukan bantuan. Pak Nanangnya menginginkan tindakan medis di rumah, jadi kami hubungi DOC. Setelah datang dokter dan tim medis DOC yang kemudian membersihkan luka bisul pasien, dokter menyarankan agar tindakan medis lebih lanjut dan mendetail, dilakukan di rumah sakit. Pasien menyetujui, akhirnya pak Nanang kami larikan ke UGD RSUD AW Sjahranie,” rinci Suwardi tentang penanganan warga sebatang kara ini.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, Suwardi kemudian mengurusi proses kesertaan Nanang sebagai anggota BPJS, sehingga dapat mengcover biaya pengobatannya selama penanganan medis baik rawat jalan maupun opname.

“Untuk premi atau angsuran ke BPJS, karena ditanggung Pemkot sepanjang dia memiliki KTP Samarinda, otomatis terbayarkan. Jadi ini kami tinggal menguruskan administrasinya,” timpal Suwardi.

Disinggung keluarga pasien, Suwardi menyebut awalnya Nanang tinggal berdua dengan istrinya.

Sementara anaknya sudah berkeluarga tinggal di Banjar Kalsel. Sejak tiga bulan lalu, istri Nanang meninggal dunia, sehingga pria yang dikenali Suhardi sering membantu pengaturan parkir nasabah BRI Lambung itu, sekarang tinggal sendiri. (an)

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *