Balikpapan, Busam.ID – Hingga saat ini, kasus kekerasan seksual pada anak masih mendominasi di Kota Balikpapan.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, tahun 2022 ini ada sebanyak 52 kasus. Terbanyak kekerasan seksual dengan 43 kasus.
“Kasus kekerasan seksual kepada anak dari tahun-ke tahun terus terjadi. Bukan hanya di Balikpapan saja, di kota lain pun sama. Yang paling tinggi itu kasus kekerasan seksual terhadap anak,” kata Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Kota Balikpapan M Kosyim, Kamis (8/12/2022).
Menurut Kosyim, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kekerasan seksual pada anak itu masih terus terjadi. Dari internal tidak adanya edukasi bagi sang anak untuk berperilaku yang baik.
Ada juga faktor eksternal. Salah satunya membiarkan anak bermain handphone tanpa batas waktu dan tanpa pengawasan dari orang tua.
“Seharusnya ada batas waktu untuk anak bermain handphone dan juga orang tua harus mendampingi anaknya. Di medsos itu banyak predator yang bisa menjebak sang anak, hingga bisa melakukan hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












