Marlian : Selanjutnya Kita Koordinasi ke Satlantas untuk Tindakan Pidana
Samarinda, Busam.ID – Maraknya penyelewengan fuel card yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan sidak di SPBU Terminal Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (17/1/2023) pagi.
Terpantau oleh tim Busam.ID, antrian kendaraan truk di sisi kiri maupun kanan jalan Ir. Sutami cukup padat dan panjang.
Kondisi ini memicu kemacetan yang cukup lama.
Dalam sidaknya di SPBU, Dishub Samarinda beserta jajarannya berhasil menemukan beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh sejumlah sopir truk saat hendak membeli solar di SPBU.

Kejanggalan di antaranya pemalsuan fuel card, kendaraan ODOL (over dimension, over loading) memiliki fuel card (seharusnya tidak lolos uji KIR tidak bisa mendapat fuel card), juga fuel card yang tidak sesuai identitas kendaraan (truk).

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, sidak yang dilakukan pihaknya didasari atas banyaknya laporan sopir yang kerap mengeluhkan panjangnya antrian BBM bersubsidi di SPBU.
Itu pun sudah lama mengantri, ternyata tidak kebagian jatah BBM.
“Total hari ini ada kurang lebih 17 kartu yang kita non-aktifkan secara langsung oleh sistem, lantaran penyelewengan fuel card pada saat kami lakukan pengecekan.
Ini tidak boleh harusnya, karena merugikan sopir truk yang lain.
Juga kuota BBM yang seharusnya sudah ditetapkan menjadi tidak sinkron dengan pendistribusian. Akibatnya banyak sopir yang memiliki fuel card riil, malah tidak kebagian BBM,” jelas Manalu kepada Busam.ID.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor, Marlian Rizal mengungkapkan, akan menindaklanjuti perihal masalah tersebut kepada pihak Satlantas Polresta Samarinda.
“Sejauh ini hanya penonaktifan kartunya saja ya. Kartunya dimatikan maka tidak bisa mengisi BBM subsidi.
Untuk yang ODOL, harus diuji KIR-nya dahulu, setelah lolos baru bisa mendapatkan fuel card.
Kedepannya kami selaku Dishub akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Samarinda untuk dilakukan penindakan secara hukum terhadap pelanggar fuel card.
Ini harus dilakukan agar ada efek jera terkait penyelewengan fuel card ini,” tegas Rizal.
Seorang sopir truk yang berada di lokasi, Said, mengeluhkan bahwa dirinya menjadi salah satu pihak yang dirugikan atas penyelewengan fuel card.
“Kita di sini punya kartu asli, antri lama, ternyata baru tau ada oknum yang menggunakan kartu itu (fuel card) rupanya palsu, jelas kami yang rugi. Seharusnya kuota BBM solar yang didistribusikan kami dapat jatah, ini malah tidak kebagian, habis duluan (solar). Cape mas sudah antri lama-lama taunya habis. Saya dukung 100 persen, yang begini harus ditindak tegas,” tandas Said. (Ryan)
Editor : Tim Redaksi Busam,ID












