Samarinda, Busam.ID – Seorang anak berusia 9 tahun bernama Thoriq dilaporkan tenggelam di parit Jalan Pasundan Gang Cempaka RT 30 Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu pada Senin (6/3/2023) malam.
Upaya warga dibantu relawan Kota Samarinda melakukan pencarian di parit sepanjang Jalan Pasundan. Namun hingga pukul 21.00 Wita pencarian belum membuahkan hasil.
Menurut keterangan Koordinator SAR Samarinda Riqi Effendi, usai menerima informasi korban tercebur ke parit, pihaknya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Malam ini kita melakukan penyisiran di parit dengan membagi tiga tim,” terang Riqi.
Tim pertama melakukan penyisiran ulang dari TKP awal hingga simpang ruko Jalan Pasundan, tim kedua melakukan penyisiran di sungai besar depan BTN dan tim tiga dari simpang ruko Pasundan hingga Jalan Cermai.
Dari keterangan awal beberapa saksi mengatakan, kalau korban bermain air saat kondisi banjir menggenangi Jalan Pasundan Gang Cempaka.
Anak yang hilang bernama Thoriq (9) warga Jalan KS Tubun Gang 7, Kelurahan Dady Mulya, Samarinda Ulu. Thoriq bermain bersama tiga temannya di lokasi banjir Jalan Pasundan, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Gang Cempaka RT 30, sekira pukul 15.00 Wita.
Tengah asik bermain di pinggir parit yang berarus deras, diduga Thoriq terpeleset dan tercebur. Tubuh Thoriq pun langsung menghilang terbawa arus.
“Kami sempat cari sekitar 10 menit, tapi Thoriq hilang,” Kata Fatur (8) rekan sepermainan Thoriq.
Warga sekitar menyebut, lokasi kejadian kerap banjir dan berarus deras jika hujan.
Di tengah proses pencarian, Armiyati (35) ibu Thoriq datang. Armiyati tak kuasa menahan tangis begitu mendengar kabar jika putranya menghilang.
Armiyati menjelaskan, jika Thoriq tinggal bersama nenek dan ayahnya. Sementara dirinya tinggal di Jalan P Antasari. Dirinya menerima kabar jika putranya hilang setelah maghrib.
Sebelum menghilang, sang ayah mengizinkan Thoriq mandi hujan di depan rumah sekira pukul 14.00 Wita. Namun, sang ayah tidak mengetahui jika Thoriq bermain sangat jauh bahkan sampai terjatuh. Armiyati berharap, putra kesayangannya itu segera ditemukan.
“Biasa memang main di sini. Tapi kadang juga tidak dibolehkan ayahnya. Moga cepat ditemukan,” harap Armiyati.(Zul)
Editor : Risa Busam.ID












