Samarinda, Busam.ID – Setelah digelar kurang lebih tiga bulan lamanya, Senin, (20/3/2023) lalu menjadi hari puncak pemilihan Duta Anti Narkoba Samarinda 2023 yang bertajuk Generasi Muda K.E.R.E.N., Samarinda BERSINAR.
Acara yang sudah dilangsungkan sejak Januari 2023 tersebut hingga menyisakan 24 finalis, pada Senin (20/3/23) memilih para juara sebagaimana kategori yang ditetapkan panitia.
Regia Grandisa Karangan, dara Asal Berau terpilih di peringkat puncak sebagai juara satu Duta Anti Narkoba Samarinda 2023.
Regia Grandisa Karangan, saat ini tercatat mahasiswi semester II di Fakultas HI Universitas Mulawarman. Gadis asal Berau ini, lahir pada (7/2/2004) berasal dari keluarga yang sederhana yang mementingkan prestasi.
Ia pun sedikit berbagi cerita kepada tim BusamID tentang pengalamannya dalam meraih juara terbaik di pemilihan Duta Anti Narkoba 2023 yang diselenggarakan BNN Samarinda tersebut.

Awal mengikuti program dari BNN (Badan Narkotika Nasional) Samarinda ungkap Regia, dirinya tak menyangka dapat meraih juara terbaik pertama.
Usai terpilih menjadi finalis, Ia mengikuti program pembekalan terlebih dahulu sejak tanggal 23 Februari hingga 9 Maret terkait materi tentang Anti Narkoba.
Tak hanya itu, ia juga mendapatkan materi tentang pengkonsepan diri karena diketahui konsep diri merupakan hal yang erat tentang penggunaan narkoba.
“Disitu kami juga sharing tentang cerita kehidupan masing-masing peserta agar hubungan semua finalis semakin erat. Sangat banyak hal yang saya dapat terutama terkait cerita-cerita mereka yang mungkin bisa memotivasi saya juga,” ucap perempuan yang kerap disapa Gia kepada BusamID, Minggu (2/4/2023).
Ia mengatakan pada hari terakhir pembekalan, yaitu 9 Maret ia dan para finalis lainnya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Balai Rehabilitasi Tanah Merah (Bareta).
“Di tempat itu kami juga mendapat materi secara langsung oleh pihak Bareta, kami juga disuguhkan penampilan akustik dari para “klien” disana. Kami juga dapat kesempatan untuk berkeliling untuk mengeksplorasi Bareta tersebut dan itu menurut saya, merupakan kesempatan yang sangat berharga,” tambahnya.

Ditanya perihal konsep yang ia terapkan sehingga dapat meraih juara terbaik pertama tersebut, ia menjelaskan ‘Kepercayaan Diri’ merupakan hal yang diterapkannya dengan maksimal.
“Semua ini karena kepercayaan diri yang saya miliki. Saya bertekad untuk berani keluar dari zona nyaman saya dan mencoba hal yang baru, yang awam untuk saya. Namun untuk keluar dari zona nyaman tidak mudah, butuh kepercayaan diri yang besar,” paparnya,
Menurutnya kepercayaan diri yang besar dapat membuat seseorang berani untuk berusaha menggapai mimpinya dan tidak takut atas kegagalan, kepercayaan diri itu merupakan hal yang kadang banyak orang anggap sepele, padahal manfaatnya sangat besar.
“Oleh karena itu saya menerapkan konsep percaya diri kepada diri saya sendiri agar sekiranya saya juga mampu menanamkan rasa percaya diri kepada orang lain,” imbuhnya.
Ia juga membeberkan bahwa dirinya mempunyai visi yang sangat kuat yaitu menginginkan para remaja, khususnya di Kota Samarinda untuk dapat berpengetahuan tentang bahaya narkoba dan juga terbebas dari jeratan maupun segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
“Tentu untuk merealisasikan visi tersebut, ada misi yang harus saya lakukan. Untuk misi tersebut saya punya 2 metode, yaitu metode preventif dan juga metode promotif,” jelasnya.
Untuk metode preventif, akan ia lakukan dengan tahap sosialisasi, penyuluhan dan juga akan membuat semacam gerakan kampanye anti narkoba berbasis sosial media. Menurutnya hal tersebut akan menjangkau banyak remaja karena tidak dipungkiri saat ini hampir semua remaja memiliki smartphone dan aktif menggunakan media sosial.
Untuk metode promotif, akan ia lakukan secara langsung dengan cara mengadakan dialog interaktif kepada masyarakat, terutama para remaja, tentang edukasi dan pemahaman terkait narkoba.
“Hal tersebut akan menjadi visi dan misi saya dalam menggaungkan Kota Samarinda dapat bebas narkoba,” tutupnya. (RYAN)
Editor : Risa Busam.ID












