Samarinda, Busam.ID – Maraknya informasi bohong atau hoaks yang beredar di tengah perkembangan era digitalisasi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.
Hal itu terungkap dalam Podcast Tea Time kali ini yang merupakan acara garapan Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sama dengan Busam.ID.
Hadir sebagai narasumber Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Unmul) Johantan Alfando WS dipandu host Pemimpin Redaksi Busam.ID Tri Wahyuni.
Johantan mengungkapkan, di tengah masifnya kabar bohong (hoaks) ini harus segera diatasi. Salah satunya dengan meningkatkan literasi digital.
“Memang kita akui di era digitalisasi ini sangat marak akan hoaks. Oleh sebab itu kita harus bersinergi bersama semua pihak untuk menangkal hoaks. Dan salah satu peran media-media juga untuk terus mensosialisasikan agar masyarakat tidak termakan hoks,” ucap Johan yang juga pengurus Masyrakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dalam Podcast Tea Time, di kantor Busam.ID Jalan Kesuma Bangsa Kompleks Stadion Segiri Blok C12, Samarinda.
Disebutkan Johan, MAFINDO juga berperan aktif guna memberantas hoax tersebut.
Bahkan ia mengungkapkan tidak hanya masyarakat biasa yang bisa termakan hoaks, melainkan tenaga pendidik pun juga bisa menjadi penyebar hoaks.
“Oleh karena itu, di website kami juga membuat bilik aduan, dan pengecekan berita, kalimasada, cek fakta. Memudahkan kita untuk mengecek fenomena terbaru. Apalagi menjelang tahun politik ini hoaks ada dimana-mana,” sebutnya.
Ditamnbahkannya, masyarakat kita harus melek dulu, ketika ada informasi yg disajikan.
Kita harus cek dulu mau dari gambar ataupun informasinya.
Seperti misalnya judul dan gambarnya diubah, biasanya indikasi hoax itu akan kelihatan karena cenderung provokatif.
Salah satunya seperti capture itu harus diwaspadai benar atau tidak.
“Intinya kita harus melek akan literasi digital ditengah era digitalisasi ini. Semakin berkembangnya teknologi ini maka semakin masif hoaks, oleh karena itu kita juga akan sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak termakan hoaks. Dan harapan saya, masyarakat sekarang sudah pintar dan bisa membedakn mana berita yang benar dan salah,” pungkasnya.
(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir






