Balikpapan, Busam.ID – Fenomena Gerhana Matahari Hibrida (GMH) di Kota Balikpapan tidak teramati atau tak bisa dilihat karena ditutupi hujan dan awan tebal, Kamis (20/42023).
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid mengatakan hasil observasi melalui peneropongan pada langit tidak teramati, ini dikarenakan hujan dan awan tebal.
“Kita melakukan pemantauan sejak pukul 10.45-13.45 WITA hasilnya tidak teramati karena hujan dan awan tebal,” ucapnya kepada wartawan saat melakukan pemantauan fenomena GMH di Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC).
Menurutnya, GMH yang hanya bisa dilihat 60 persen ini seharusnya bisa dipantau melalui peneropongan. Namun disayangkan Kota Balikpapan terjadi hujan sekitar pukul 11.00 Wita.
“Gerhana matahari saat ini itu hibrida (hibrid), yaitu dua fenomena misalkan gerhana matahari total, cincin, dan sebagian. Fenomenanya sama tapi ditempat lain itu berbeda,” ungkapnya.
Benar saja melalui pantauan live streaming, BMKG memperlihatkan situasi di wilayah Biak Numfor, Papua terpantau terjadi Gerhana Matahari Total (GMT).
(Muhammad M)
Editor: M Khaidir








