Samarinda, Busam.ID – Kekeringan mulai melanda Kota Tepian. Jika biasanya di musim kemarau Samarinda dan daerah lainnya di Kaltim, masih diwarnai hujan meski tidak intens, saat ini sudah sepekan lebih Samarinda tidak mengalami turun hujan.
Dalam kaitannya dengan potensi kekeringan yang mengancam wilayah Kota Samarinda, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Suwarso telah mengantisipasi adanya fenomena iklim El Nino yang dapat memperburuk kondisi kekeringan pada musim ini.
Suwarso, Kepala BPBD Samarinda menegaskan bahwa fenomena iklim El Nino dapat berdampak signifikan pada tingkat curah hujan di wilayah ini.
Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan telah dipersiapkan dengan sebaik mungkin agar masyarakat dan sektor pertanian, persawahan dan holtikultura dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap.
“Satu langkah pencegahan yang diambil adalah berkoordinasi dgn BWS Kalimantan Wilayah 4 dan Kasat Bendungan Benanga untuk membagi air antara kebutuhan intake PDAM dengan pengairan irigasi petani melalui P3A wilayah lempake,” terang Suwarso pada Busam.ID, Rabu, (2/8/23).
Upaya untuk mencegah potensi kekeringan di wilayah Samarinda Utara, sebagian air yang dikelola oleh pihak PDAM akan dialihkan untuk digunakan sebagai air irigasi.
“Dengan demikian, kita harap para petani tidak akan mengalami kesulitan akibat kekurangan air selama musim kemarau dan dapat menghindari potensi gagal panen,” paparnya.
Namun, Suwarso juga menyampaikan bahwa tidak semua air dari PDAM Tirta Kencana dapat dialihkan untuk keperluan irigasi.
“Sebagian air harus tetap didistribusikan kepada warga agar kebutuhan akan air bersih tetap terpenuhi. Hal ini merupakan langkah untuk memastikan bahwa masyarakat tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama masa kemarau,” jelasnya.
Sebagai tambahan, Suwarso memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana dan seperlunya.
“Keterbatasan pasokan air selama musim kemarau memerlukan penggunaan air yang lebih efisien agar tetap terjaga keseimbangan antara kebutuhan air pertanian dan kebutuhan air untuk konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Dengan upaya bersama ini, BPBD Kota Samarinda berharap bahwa masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan terhindar dari dampak buruk yang dapat ditimbulkan akibat kekeringan. (Ryan)
Editor : A Risa












