Ternyata Warga Keluhkan Aktivitas KFI yang Bising juga Polusi Udaranya

Busam ID
Pabrik Smelter Nikel PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) di Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga Kutai Kartanegara Kamis (12/10/2023). Ft.Asho TV One

Kukar, Busam.ID –Kebakaran yang terjadi pada pabrik smelter nikel PT Kalimantan Ferro Industry atau KFI Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga Kutai Kartanegara, Rabu (11/10/2023) lalu, sempat membuat kepanikan warga sekitar.

Ketua RT 13 Marjianto membenarkan terkait kepanikan warga saat musibah kebakaran itu berlangsung.

“Untuk kepanikan warga setempat pasti ada. Warga khawatir kebakaran sampai merambat ke permukiman warga karena jarak rumah warga dengan pagar pabrik tersebut hanya sekitar 21 meter,” terang Mujianto, Kamis (12/10/2023).

Mujianto mengatakan, dirinya bersama warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari luar pagar terjadinya kebakaran di pabrik tersebut.

“Saat terjadi kebakaran, masyarakat tidak boleh masuk dan hanya melihat kepulan asap yang ada apinya, terkait kejadian di dalam kita tidak ada yang mengetahui,” ucapnya.

Disinggung keberadaan pabrik yang dekat dengan permukiman, Ketua RT 13 tersebut mengaku merasa terganggu dengan aktivitas kegiatannya.

“Yang jelas namanya pabrik dengan suasana sekarang dan sudah aktif bekerja pasti mengganggu, apalagi kalau malam hari, suara itu sangat bising baik suara dari mesin ataupun aktivitas alat beratnya sudah sangat mengganggulah untuk warga sekitar,” jelasnya.

Sementara Ketua Pemuda LPM Pendingin Dedi Susanto mengatakan, pihaknya bersama Muspika sudah beberapa kali mengadakan rapat dengan pihak perusahaan agar bisa mengurangi tingkat kebisingan dan tingkat polusi .

“Kami bersama Muspika menekan pihak perusahaan terkait permasalahan kebisingan dan dampak polusi yang mana masyarakat sekarang sedang merasa resah,” terang Dedi.

Pihaknya berharap kepada perusahaan supaya bisa memberikan kenyamanan baik kepada lingkungan maupun pada antisipasi keamanan, seperti penyediaan alat pemadam kebakaran untuk menjaga hal serupa terulang kembali.

Selain dampak kebakaran, warga juga akan diresahkan dengan tungku pembakaran yang dimiliki oleh perusahaan.

“Perusahaan tersebut tidak hanya memiliki satu tungku, tapi target mereka yang saya dapat informasi ada 18 tungku. Kalau ini berdiri 18 tungku, dampak dengan warga sekitar apakah tidak akan menimbulkan resiko yang besar nantinya,” tutupnya. (Zul)

Editor : A Risa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *