Samarinda, Busam.ID – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Benacana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Agus Tianur menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Dan selama ini himbauan tersebut terus dilakukan tanpa henti.
“Kita akan mengingatkan masyarakatuntuk tidak melakukan pembakaran lahan walaupun sekarang hujan tapi ada sisa kemarau seperti daun yang kering. Kita himbau jangan sampai membakar lahan tersebut,” kata Agus.
Dan pihaknya juuga tetap selalu bersiaga mengingatkan status Siaga Bencana yang disampaikan oleh Gubernur Kaltim yang hingga sekarang masih belum dicabut.
“Kita akan support dan kerahkan anggota jika petugas BPBD Kota Samarinda memerlukan bantuan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Petugas BPBD Kota Samarinda, Rabu (25/10/2023) dikerahkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik Kota Samarinda. Satu unit mobil tangki dan satu unit mobil pikep membawa portabel dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, Nusa Indah mengatakan, lokasi yang terbakar ada tiga titik, yakni di kawasan Pinang Seribu, Pampang dan Jalan Sukorejo Lempake.
Untuk di kawasan Pinang Seribu yakni Jalan Air Terjun Gang Barokah RT 13 Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara dengan luas area yang terbakar berkisar 10.000 M2. Sementara kawasan Pampang Jalan Pampang Muara Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara dengan luas area yang terbakar berkisar 500 M2.
“Untuk kawasan Pinang Seribu masih belum diketahui penyebabnya, sedangkan kawasan Pampang diduga sengaja dibakar,” ucap Nusa Indah kepada Busam.ID.
Selanjutnya untuk di kawasan Jalan Sukorjo Kelurahan Lempake, petugas mengalami kendala lantaran yang terbakar adalah area yang terdapat batu bara yang belum digali atau dikelola.
“Kalau luasannya tidak besar berkisar 5×5 meter saja, hanya saja lahan yang terbakar bersumber dari batu bara yang terbakar,” terangnya.
Untuk itu pihaknya memberikan saran kepada ketua RT maupun warga sekitar agar lokasi yang terdapat batu baranya dibersihkan rerumputan ataupun dedaunan yang kering yang dapat menimbulkan titik api.
“Kita kasih saran ke warga dan ketua RT biar dibersihkan rumput ataupun daun kering gunung yang terdapat batu baranya,” ujarnya.
Nusa menambahkan dalam kegiatan pemadaman tersebut, petugas BPBD Kota Samarinda dibantu oleh Dinas Kehutanan Kota Samarinda.
“Kalau BPBD sendiri mengerahkan 1 unit mobil tangki dan mobil pikep yang membawa pompa portable dengan 12 orang personil, sedangkan Delta ada 3 mobil fire truk dengan 10 personil dalam membackup kebakaran,” ujarnya. (zul/adv/BPBDKaltim)
Editor: M Khaidir





