Sangatta, Busam.ID -Kepala Bidang Layanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kutim Muhammad Syarif, mewakili Kepala Disdukcapil menyatakan pihaknya saat ini sedang getol meluncurkan program inovatif. Program ini dirancang untuk memberikan bantuan cepat kepada masyarakat yang terdampak bencana alam, seperti banjir, kebakaran dan lain sebagainya.
“Program ini kami beri nama Dukcapil Tanggap Bencana atau kami sebut Duktagana,” ungkapnya.
Duktagana dirancang sebagai langkah Pemerintah Daerah Kutim dalam membantu warganya yang mengalami musibah.
“Kami ingin memberikan solusi yang cepat dan efisien bagi anggota masyarakat yang kehilangan dokumen penting akibat bencana alam. Melalui Duktagana, kami mempermudah proses pengajuan dokumen kependudukan,” ungkap Syarif.
Salah satu keunggulan program ini adalah kemudahan pengajuan secara online, menggunakan surat keterangan dari desa yang menyatakan adanya musibah.
“Cukup dengan surat keterangan dari desa, bahwa benar adanya telah terjadi musibah, dan kita lakukan pencetakan kembali dokumennya.
Jika dokumen yang hilang adalah bukan KTP-elektronik (KTP-el), seperti KK dan akta kelahiran, masyarakat dapat mengajukan permohonan secara daring dengan menyertakan surat keterangan dari desa.
“Jika di luar e-KTP seperti KK dan akta hilang, bisa diajukan secara online juga dengan menggunakan surat keterangan dari desa. Nanti kita akan terbitkan dokumen kependudukannya,” jelasnya.
Hal tersebut dapat memudahkan warga yang terdampak untuk mendapatkan dokumen penting mereka dengan cepat.
Dengan adanya Duktagana, diharapkan pemulihan identitas kependudukan menjadi lebih mudah dan cepat bagi warga yang mengalami musibah.
“Kami berharap program ini dapat membantu warga yang terdampak bencana untuk segera mendapatkan dokumen kependudukan yang mereka butuhkan,” pungkas Syarif.
Program ini disambut baik oleh masyarakat. Salah satunya adalah Suwarni, warga Desa Teluk Lingga yang rumahnya terdampak banjir pada bulan lalu.
“Saya sangat terbantu dengan program ini. Saya bisa mengurus KTP-el dan KK saya yang hilang dengan cepat,” ujar Suwarni.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar dapat membantu lebih banyak lagi warga yang terdampak bencana. (Nan/AdvKutim)
Editor : A Risa


