Distanak Kukar Gelar Pelatihan, Bantu Petani Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Busam ID
Eddy Toyo, perwakilan petani dari Kecamatan Samboja Barat yang mengikuti pelatihan olah bahan ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Distanak Kukar, pada Jumat (8/11/2024) (Adi/Busam.ID)

Samarinda, Busam.ID – Pelatihan Olah Bahan Ramah Lingkungan bagi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berlanjut di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Samarinda pada Jumat (8/11/2024). Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah bahan-bahan alami menjadi pupuk organik, sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pertanian.

Lewat inisiatif ini, Distanak Kukar mendorong penggunaan pupuk organik yang lebih mudah dijangkau dan lebih aman untuk keberlanjutan pertanian. Program ini tidak hanya menjadi solusi atas tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang mahal, tetapi juga berdampak negatif bagi kualitas tanah dalam jangka panjang.

Sehingga pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan di daerah tersebut, dengan harapan semakin banyak petani yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tanah dan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam bertani.

Eddy Toyo, salah satu peserta pelatihan dari Kecamatan Samboja Barat, mengakui bahwa kesibukan para petani di ladang sering kali menjadi alasan utama mengapa mereka enggan membuat pupuk organik sendiri. Menurutnya, banyak petani lebih memilih solusi yang praktis.

“Petani itu kan sudah sibuk, jadi mereka ingin yang praktis,” kata Eddy.

Eddy meyakini, melalui pelatihan ini para petani dapat mengakses pupuk organik yang siap pakai dengan lebih mudah, sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat berkurang.

“Kami berharap ke depannya petani bisa memiliki pilihan yang lebih baik untuk lahan mereka,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *