Irigasi Persawahan Masih Mengandalkan Tadah Hujan, Kepala Distanak: Segera Kami Carikan Solusinya

Busam ID
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik saat ditemui di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kamis (7/11/2024). (Bing/Busam.id)

Samarinda, Busam.ID – Ketersediaan air untuk sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini masih menjadi masalah utama. Sekitar 70 persen kawasan pertanian di wilayah ini masih mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, pada Jumat (8/11/2024). Menurutnya, kondisi geografis Kukar yang sebagian besar berbukit menyebabkan banyak petani bergantung pada air hujan sebagai sumber utama pengairan.

“Di daerah kita ini, sebagian besar petani masih memanfaatkan tadah hujan untuk irigasi pertanian,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, kawasan yang ideal untuk penampungan air terdapat di Kelurahan Bukit Biru. Namun, wilayah perbukitan tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk menyerap air dari Sungai Mahakam.

Meskipun sudah ada pembangunan embung, distribusi air untuk pertanian tetap menjadi tantangan besar. Selain itu, Taufik menyebutkan bahwa salah satu kendala utama di beberapa kecamatan di Kukar adalah terbatasnya pasokan air.

“Untuk itu, tentu ke depannya kami akan mencari solusi untuk memenuhi pengairan sawah pertanian,” tandasnya. (bing/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *