Samarinda, Busam.ID – Kelurahan Maluhu yang berada di Kecamatan Tenggarong mulai dikenal sebagai pusat inovasi pertanian, berkat kontribusi para petani milenial yang telah membawa angin segar di sektor pertanian wilayah tersebut. Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, menyampaikan bahwa saat ini ada dua petani milenial di kelurahan ini yang tidak hanya aktif bertani, tetapi juga telah menjadi penyuluh pertanian swadaya.
Dari kedua pemuda tersebut, para petani di Maluhu diperkenalkan metode bertani yang lebih modern, seperti teknik hidroponik untuk budidaya sayur.
“Mereka ini luar biasa, bukan hanya bertani tapi juga membagikan ilmu pertanian secara hidroponik kepada masyarakat lainnya,” ujar Tri Joko.
Salah satu petani milenial, Miranti Rulia Nurdi, bahkan menjadi ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Maluhu. Keterlibatannya diyakini mampu memperkuat peran kaum muda dalam memperkaya sektor pertanian setempat.
Kelurahan Maluhu sendiri memiliki tujuh kelompok tani padi dan tiga kelompok tani sayur yang tersebar di berbagai wilayahnya. Dukungan pemerintah, baik dalam bentuk bantuan alat pertanian dan pelatihan, turut membantu para petani lokal, termasuk para petani milenial, dalam mengembangkan kemampuan dan produktivitas mereka. Keberadaan petani milenial diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif di sektor pertanian.
Terakhir, Tri Joko menyebutkan bahwa para petani milenial ini telah menunjukkan bahwa bertani bisa menjadi profesi yang menjanjikan dan berdampak besar bagi masyarakat.
“Kami berharap semangat dan inovasi mereka terus membawa kemajuan bagi sektor pertanian di Maluhu dan mengukuhkan Maluhu sebagai daerah yang mandiri pangan,” tutupnya. (azmi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


