Samarinda, Busam.ID – Desa Perangat Baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin dikenal berkat adanya Kampung Kopi Luwak, yang diinisiasi oleh kelompok tani setempat. Pengembangan
kopi liberika langka ini pun mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati menjelaskan bahwa jenis kopi yang langka di Indonesia ini hanya ditanam di tiga lokasi, salah satunya di Desa Perangat Baru. Sehingga ia pun berharap, kampung ini bisa lebih dikenal oleh khalayak.
Dengan kualitas yang terjaga dan metode pengolahan yang unik, Kopi Luwak dari Desa Perangat Baru dijual dengan harga premium, yakni Rp5 juta per kilogram. Desa tersebut telah menjalin beberapa kerja sama (MoU) untuk mendistribusi produk ini ke seluruh Indonesia.
“Kami sudah MoU dengan berbagai hotel dan lokasi wisata seperti di Bali,” ujarnya pada Kamis (14/11/2024).
Sebagai bentuk dukungan terhadap usaha ini, Distanak Kukar turut menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti rumah produksi, lantai jemur kopi, sarana prasarana, serta pupuk bagi para petani. Bantuan dari Distanak Kukar ini diakui sangat membantu kelompok tani dalam menjaga kualitas produksi kopi mereka.
“Kabupaten Kukar memberikan fasilitas seperti rumah produksi, lantai jemur kopi, sarana prasarana, dan pupuk bagi para petani,” kata Fitriati.
Untuk diketahui, kopi liberika yang ditanam oleh para petani di Desa Perangat Baru memerlukan waktu panen sekitar dua tahun, dengan hasil sekitar 700 gram hingga lebih dari satu kilogram per hektare. Saat ini, terdapat 34 petani kopi yang telah terdaftar sebagai bagian dari kelompok tani desa ini.
Produk kopi luwak Desa Perangat Baru juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang ke Kukar. Selain dijual langsung kepada wisatawan, kopi ini juga didistribusikan ke berbagai destinasi wisata di luar Kalimantan, bekerja sama dengan sejumlah lokasi wisata dan hotel. (azmi/adv/distanakkukar)
Editor: Lisa


