Samarinda, Busam.ID – Sunardi, salah satu penyuluh pertanian di Kecamatan Kota Bangun Darat, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya dalam menjalankan tugas. Meskipun kerja sama dengan penyuluh lainnya berjalan baik, namun tantangannya saat ini yaitu mengubah kebiasaan petani untuk mengadopsi metode pertanian yang lebih baik membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Saya dan rekan-rekan penyuluh di BPP Kota Bangun ini punya hubungan yang sangat baik. Namun tantangan terbesar kami adalah mengubah mindset para petani,” ujar Sunardi.
Sunardi menjelaskan bahwa selama ini banyak petani yang terbiasa menggunakan cara instan dalam bertani. Mereka cenderung enggan menerapkan teknik-teknik pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan karena membutuhkan waktu dan kesabaran.
“Petani kita sudah terbiasa dengan cara-cara lama. Mereka ingin hasil yang cepat. Padahal, pertanian yang berkelanjutan itu membutuhkan proses yang panjang. Ini yang menjadi tantangan utama bagi kami sebagai penyuluh,” imbuhnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sunardi dan rekan-rekan penyuluh terus berupaya memberikan edukasi kepada para petani. Mereka melakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan, demonstrasi, dan penyuluhan secara langsung di lapangan.
“Kami akan terus berusaha memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya menerapkan teknik pertanian yang baik. Kami yakin, dengan kesabaran dan kerja sama yang baik, kita bisa mengubah kebiasaan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah ini,” tegas Sunardi. (adi/adv/distanakkukar)
Editor Lisa


