Samarinda, Busam.ID – Upaya generasi muda untuk membawa inovasi ke sektor pertanian tak selalu berjalan mulus. Tantangan utamanya sering kali datang dari perbedaan cara pandang antara petani muda dan generasi senior yang telah lama bergelut di dunia pertanian.
Alfianur, seorang petani muda dari Kecamatan Tenggarong Seberang, mengungkapkan salah satu kendala terbesar yang dihadapinya adalah meyakinkan petani senior untuk menerima ide-ide baru. Menurutnya, perbedaan generasi menjadi penghalang yang cukup signifikan.
“Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana meyakinkan petani senior untuk menerima ide-ide baru. Pengalaman mereka dalam bertani sangat kaya, dan terkadang sulit bagi mereka untuk menerima metode atau teknologi pertanian yang lebih modern,” ujar Alfianur.
Alfianur menekankan bahwa meski para petani senior memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga, mereka cenderung berpegang teguh pada cara-cara tradisional dalam mengolah lahan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda yang ingin membawa perubahan positif di sektor ini.
“Mereka lebih percaya pada pengalaman mereka sendiri daripada pada penelitian atau rekomendasi dari para ahli,” tambah Alfianur.
Sedangkan teknologi pertanian terus berkembang untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen. Ia berharap generasi muda dapat terus mendorong transformasi di sektor pertanian dengan tetap menghormati pengalaman generasi sebelumnya.
“Itu sebabnya perlu ada sinergi antara inovasi dan tradisi yang bisa menciptakan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor Lisa


