Samarinda, Busam.ID – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan para penyuluh, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) baru saja menggelar pelatihan olah bahan ramah lingkungan. Salah satu pemateri Wiwik Kustiwi, menekankan pentingnya pemanfaatan musuh alami dalam pengendalian hama tanaman.
Menurutnya, pendekatan ini lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
“Musuh alami merupakan salah satu cara efektif untuk mengendalikan hama tanaman secara alami,” ujar Wiwik Kustiwi.
Setelah memahami peran musuh alami, para penyuluh dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada petani untuk mengelola hama tanpa merusak lingkungan. Wiwik menjelaskan bahwa musuh alami adalah organisme lain seperti serangga predator, parasitoid, atau patogen yang secara alami memangsa atau menginfeksi serangga hama.
Dengan menjaga populasi musuh alami, keseimbangan ekosistem pertanian dapat terjaga, dan serangan hama dapat ditekan. Pemeliharaan musuh alami ini merupakan bagian penting dari pengendalian hama terpadu.
“Untuk itu perlu ada penggabungan berbagai metode pengendalian, seperti penggunaan tanaman perangkap, rotasi tanaman, dan pemanfaatan musuh alami. Sehingga kita dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan,” tutupnya. (adi/adv/distanakkukar)
Editor Lis


