Dugaan Perjudian Warnai Drag Night Race Piala Kapolresta Samarinda

Busam ID
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata mengkonfirmasi terkait dugaan perjudian di ajang Drag Night Race Bike Kapolresta Cup, Selasa (18/3/2025). Foto by Zulkarnain

Samarinda, Busam.ID – Ajang balap motor resmi Drag Night Race Bike Kapolresta Cup yang diselenggarakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Minggu (16/3/2025) malam, tercoreng oleh adanya dugaan praktik perjudian antarpenonton. Polresta Samarinda mengamankan sejumlah penonton terkait insiden tersebut, meskipun mereka membantah terlibat.

Kabar mengenai dugaan perjudian itu mencuat setelah beredarnya sebuah video pendek yang direkam oleh seorang penonton. Dalam video tersebut, seorang pemuda berinisial RS (21) terlihat mengangkat sejumlah uang tunai sebesar Rp 250 ribu.

Saat dikonfirmasi Selasa (18/3/2025), RS membenarkan dirinya adalah sosok dalam video viral tersebut. Namun, ia membantah keras tuduhan perjudian. “Cuma mau meramaikan saja, karena memang saat itu ada sorak-sorai, sahut-sahutan. Tapi tidak ada sampai perjudian,” ujar RS.

Menyikapi video yang telah menjadi perbincangan luas tersebut, RS menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Samarinda, khususnya kepada Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya, karena yang saya lakukan itu tidak benar,” tegasnya.
Sementara Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran terkait video tersebut. Sebanyak 5 pemuda yang terekam dalam video dimintai keterangan.

“Kami minta keterangan yang ada dalam video itu. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur perjudian. Jadi, terhadap mereka hanya dilakukan pembinaan,” ungkap Dicky.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, kepolisian meminta para pemuda tersebut untuk membuat surat pernyataan tertulis. “Yang mengangkat-angkat uang cuma seorang. 4 orang lainnya kita mintai keterangan sebagai saksi,” jelas Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menyatakan insiden itu akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan even serupa di masa depan. Pihaknya akan memperketat aturan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum seperti perjudian. (zul)
Editor: M Khaidir

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *