Samarinda, Busam.ID – Kepala Perum Bulog Samarinda, Akhmad Roni Anwar, memastikan stok beras di wilayah kerjanya yang mencakup enam kabupaten/kota hingga Mahakam Ulu dalam kondisi aman. Saat ini Bulog Samarinda memiliki 8.900 ton beras Medium yang siap disalurkan ke masyarakat.
“Penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah dilakukan hampir ke semua kabupaten/kota yang kami layani, termasuk sampai ke Mahakam Ulu. Untuk bantuan pangan, kami sudah menyalurkan 1.016 ton atau 26 persen dari target,” ujarnya.
Roni menjelaskan, beras SPHP telah digelontorkan melalui berbagai jalur, mulai dari Gerakan Pangan Murah, pasar pengecer, GPM Polres dan Kodim, hingga kelurahan. Pekan ini, distribusi juga diperluas ke retail modern seperti Indomaret dan Alfamart, dengan target penyaluran 100 ton per minggu.
“Purchase order yang sudah masuk mencapai 30 ton,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kaltim Yana memaparkan kondisi neraca pangan daerah. Menurutnya, kebutuhan beras Kaltim mencapai 29.000–34.000 ton per bulan, sementara stok di pedagang hanya sekitar 24.000 ton. Pasokan beras yang masuk ke Kaltim rata-rata 21.000–26.000 ton per bulan, dengan produksi lokal baru mampu memenuhi 30–36 persen dari kebutuhan.
“Target kita bisa tingkatkan produksi lokal hingga 70 persen. Karena itu, kami juga sedang mempersiapkan langkah swasembada pangan, termasuk lahan pertanian, oplah, maupun set up sawah, agar ke depan risiko ketergantungan dari luar bisa ditekan,” jelasnya.
Yana menekankan pentingnya kualitas beras di pasaran. “Ketika diberikan label premium, maka kualitasnya juga harus sesuai dengan ketentuan beras premium. Selain itu, saya berharap distributor juga memenuhi pasar-pasar tradisional. Jangan sampai pangsa pasar mereka di Kaltim hilang,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan telah berdiskusi dengan sejumlah distributor beras, termasuk yang masih kesulitan mendatangkan pasokan ke Kaltim. Pemprov pun siap berkoordinasi lebih intensif untuk memastikan pasokan beras tetap stabil di seluruh daerah.(Adit/adv/diskominfokaltim)
Editor: M Khaidir


