Samarinda, Busam.ID – Sebanyak 40 relawan setiap hari menyiapkan lebih dari 2.300 porsi makanan di dapur Sekolah Pusat Bergizi Gratis (SPBG) Samarinda Ulu 2 untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Makanan tersebut didistribusikan ke 4 sekolah terdekat, yakni SDN 18, SDN 20, SMPN 5, dan SMPN 7. Menu dibuat bervariasi serta menyesuaikan kebutuhan siswa yang memiliki alergi.
Kepala SPBG Samarinda Ulu 2, Thiara Chikita, mengatakan proses produksi berjalan lancar berkat kerja sama para relawan. “Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan makanan yang tidak layak. Semua porsi bisa selesai tepat waktu,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Ia menambahkan tim dapur juga menyiapkan daftar alergi sejak awal. “Kalau ada siswa yang tidak bisa makan menu tertentu, langsung diganti dengan pilihan lain yang aman,” jelasnya.
Di sisi lain, pengawasan kualitas makanan menjadi perhatian pemerintah. Plt Asisten I Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan semua makanan harus lolos uji dari Dinas Kesehatan.
“Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan tempat penyajiannya. Kalau memenuhi syarat, kegiatan bisa terus berjalan, tapi tetap ada briefing dan monitoring rutin,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan soal distribusi yang harus cepat karena makanan tidak menggunakan bahan pengawet.
“Karena tanpa bahan pengawet, makanan hanya bisa bertahan empat jam, jadi distribusinya harus cepat,” pungkasnya. (uca)
Editor: M Khaidir


