Balikpapan, Busam.ID – Angka stunting di Kota Balikpapan berhasil ditekan secara signifikan. Dari sebelumnya berada di atas 20 persen, kini angkanya turun dan mendekati target nasional sebesar 17 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan program percepatan penanganan stunting yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Tim Penggerak PKK dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga ke tingkat masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menyebut penurunan angka stunting tidak lepas dari optimalisasi peran Posyandu yang berjalan rutin serta penguatan sinergi lintas sektor.
“Alhamdulillah, kegiatan Posyandu berjalan dengan baik dan angka stunting bisa kita tekan. Ini hasil kerja bersama PKK dan OPD terkait,” ujar Nurlena, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam kepengurusan terbaru TP PKK, unsur OPD dilibatkan secara langsung guna memastikan keberlanjutan program, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. “Program OPD yang sejalan kami kolaborasikan dengan kegiatan PKK dan Posyandu agar penanganan stunting tetap berjalan optimal,” katanya.
Menurut Nurlena, fokus penanganan stunting dilakukan melalui kolaborasi enam sektor utama, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, pengelolaan keuangan, dan lingkungan hidup.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi capaian penurunan angka stunting tersebut dan menegaskan seluruh program harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Penurunan ini harus dijaga. Program harus benar-benar menyentuh warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pengurus TP PKK dan pembina Posyandu dapat bekerja secara konsisten dan bertanggung jawab demi mempertahankan capaian yang telah diraih. (Muhammad M)
Editor: M Khaidir


