Samarinda, Busam.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalur Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat malam (6/3/2026). Diduga akibat jalan licin karena tumpahan solar, sepeda motor KT 2508 RBQ yang ditumpangi kakak beradik tergelincir hingga berujung tragedi. Sang kakak dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa nahas itu terjadi di depan penjahit Rifki, tak jauh dari turunan arah Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Saat kejadian, sepeda motor yang melaju dari arah Samarinda menuju arah Bontang diduga melintas di atas tumpahan solar sehingga kehilangan kendali.
Saksi mata di lokasi, Abdurrahman, mengatakan motor korban tiba-tiba tergelincir sebelum akhirnya terpental ke jalur berlawanan.
“Motor dari atas, sepertinya kena solar di jalan jadi kepleset. Setelah jatuh, korban terpental ke arah mobil yang datang dari bawah,” ujarnya.
Benturan pun tak terhindarkan. Salah satu korban yang merupakan kakak dari pengendara motor tersebut terlindas roda depan mobil 2 kabin Toyota Hilux berpelat B 9131 SBF yang melaju dari arah berlawanan.
Relawan FKPM Tanah Merah, Teguh, yang tiba di lokasi langsung membantu proses evakuasi korban. Ia menjelaskan kedua korban baru saja menjenguk orang tua mereka di rumah sakit.
“Mereka kakak adik, habis nengokin orang tuanya di rumah sakit. Mau pulang ke Sangatta. Jalan licin diduga karena solar, lalu motor jatuh dan tersambar mobil 2 kabin,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sang kakak mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara sang adik selamat namun mengalami patah tulang pada tangan kiri serta luka di bagian kepala.
“Sempat masih ada respon dan mengeluarkan suara, tapi kemudian muntah darah dan akhirnya tidak bergerak lagi,” tambah Teguh.
Saat ini mobil yang terlibat kecelakaan diamankan di Pos FKPM Tanah Merah sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari Unit Laka Lantas Polresta Samarinda.
Sementara pihak keluarga korban telah dihubungi oleh kerabat korban yang selamat. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan di jalur yang dikenal rawan insiden tersebut. (zul)
Editor: M Khaidir


