Samarinda, Busam.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim menyiapkan posko pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi angkutan umum guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah agar berlangsung aman dan nyaman.
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando mengatakan layanan cek kesehatan tersebut disediakan untuk memastikan para sopir dalam kondisi fisik yang layak sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
“Kesehatan pengemudi adalah kunci utama keselamatan penumpang. Karena itu kami memastikan kondisi fisik mereka benar-benar prima sebelum memulai perjalanan,” ucapnya, Jumat (13/3/2026).
Posko layanan kesehatan itu ditempatkan di dua terminal tipe B di wilayah Kalimantan Timur dan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.
Dalam pemeriksaan tersebut, tenaga medis melakukan sejumlah pengecekan kondisi vital pengemudi, seperti tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga tingkat stres.
Yusliando menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi sopir sangat penting karena faktor kelelahan kerap menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, khususnya pada jalur antarkota dan antarprovinsi.
“Jika ditemukan sopir yang mengalami gangguan kesehatan atau kelelahan berat, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan mengemudi demi menghindari potensi kecelakaan,” jelasnya.
Karena itu, perusahaan otobus juga diminta menyiapkan sopir cadangan yang siap menggantikan apabila pengemudi utama tidak lolos pemeriksaan kesehatan di terminal keberangkatan. Selain memeriksa kondisi pengemudi, Dishub Kaltim juga melakukan inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan umum yang akan melayani pemudik.
Petugas memeriksa berbagai komponen penting seperti sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu kendaraan, ketersediaan sabuk pengaman, hingga kelengkapan dokumen operasional.
“Jika ditemukan kendaraan yang tidak laik jalan atau tidak memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai, maka armada tersebut tidak diizinkan beroperasi sampai perbaikan dilakukan,” tegasnya.
Tak hanya itu, posko terpadu di area terminal juga difungsikan sebagai tempat pengaduan masyarakat jika menemukan pelanggaran, baik terkait tarif angkutan maupun perilaku pengemudi yang membahayakan keselamatan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi juga disiagakan secara bergiliran selama 24 jam.
“Petugas akan berjaga penuh untuk memastikan mobilitas pemudik berjalan lancar, baik saat arus keberangkatan maupun ketika arus balik nanti,” tutupnya. (adit)
Editor: M Khaidir


