Balikpapan, Busam.ID – Dinas Perhubungan Kota Balikpapan mulai melakukan kajian rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak kepadatan lalu lintas dari rencana pembangunan ibu kota negara (IKN).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Elvin Junaidi mengatakan, pihaknya saat ini telah menyusun beberapa kajian diantaranya penataan lalu lintas kawasan tanjakan Muara Rapak.
Selain untuk menghindari terulangnya kembali kejadian kecelakaan maut yang menyebabkan korban jiwa.
Hal ini juga merupakan upaya yang dilakukan oleh Dishub dalam mengurai masalah kemacetan yang terjadi, terutama dalam menyikapi masalah potensi peningkatan kepadatan kendaraan menjelang rencana pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Selain akan memberikan dampak terhadap peningkatan jumlah penduduk, rencana pemerintah untuk mulai memindahkan lokasi IKN dari Jakarta ke wilayah Kabupaten PPU juga berdampak pada peningkatan kepadatan kendaraan.

“Kita melakukan rekayasa lintas misalnya membantu persimpangan-persimpangan yang padat dengan mengalihkan lalu lintasnya termasuk mobil-mobil yang menghambat lalu lintas seperti mobil-mobil tua yang di parkir di pinggir jalan, memang untuk menata jalur yang terlalu padat itu kita rencananya dilakukan di kawasan Muara Rapak dalam waktu dekat,” ujarnya, Minggu (31/7).
Rencana penataan lalu lintas di kawasan tanjakan Muara Rapak juga dilakukan untuk menindaklanjuti rencana pekerjaan pelebaran jalan di kawasan bundaran Muara Rapak oleh Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN).
Rencana pelebaran jalan tersebut, merupakan pembangunan jalan darurat sebagai salah satu upaya untuk mencegah kejadian kecelakaan yang melibatkan kendaraan bertonase besar di kawasan tersebut terulang kembali.
Sesuai rekomendasi dari KNKT atas kejadian kecelakaan di kawasan Muara Rapak.
Rencana pembangunan jalan darurat tersebut dilaksanakan dengan melebarkan badan jalan yang sudah ada hingga empat meter.
“Dalam waktu dekat memang ada rencana untuk perbaikan simpangnya itu akan dilebarkan. Rencananya nanti, mobil kecil belok kiri, terus dia memutar dan belok kiri lagi di samping Masjid Al Munawar, jadi tidak bisa lagi langsung,” terangnya. (man)
Editor: Redaksi BusamID












