Atasi Dampak Perkebunan Sawit, Petani Muara Kaman Hulu Dorong Perbaikan Irigasi

Busam ID
Aliran irigasi di Kecamatan Muara Kaman. (Istimewa)

Samarinda, Busam.ID – Pengembangan sektor pertanian Desa Muara Kaman Hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menghadapi tantangan dalam pengelolaan irigasi. Salah satunya yang dirasakan oleh Kelompok Putra Tani, yang mengaku irigasi di lahannya terdampak akibat

perkembangan perkebunan kelapa sawit di sekitar lahan pertanian.

Sekretaris Kelompok Putra Tani Roni Tumiansyah, menyampaikan perlunya perbaikan sistem irigasi untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Irigasi kami membutuhkan perbaikan untuk menanggulangi kekurangan air yang disebabkan oleh banyaknya kebun sawit di sekitar lahan pertanian,” ujar Roni pada Jumat (22/11/2024).

Roni menjelaskan bahwa aliran air yang semula digunakan untuk mengairi lahan pertanian kini teralihkan untuk mendukung aktivitas perkebunan sawit, seperti distribusi buah sawit dan pembuangan limbahnya. Hal ini berdampak pada berkurangnya pasokan air yang sangat dibutuhkan petani untuk menjaga produktivitas tanaman.

“Kebun sawit mengalihkan aliran air untuk mendistribusikan buahnya dan membuang limbah sawit,” tambahnya.

Kelompok Putra Tani berharap adanya dukungan dari pemerintah desa maupun pihak terkait untuk membangun atau memperbaiki sistem irigasi. Dengan sistem irigasi yang baik, petani dapat mengatasi masalah kekurangan air, terutama saat musim kemarau.

“Perbaikan irigasi menjadi solusi utama agar lahan pertanian kami tetap produktif di tengah tantangan seperti ini,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan pihak pengelola perkebunan sawit untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan aktivitas pertanian di Desa Muara Kaman Hulu. (bing/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *