Samarinda, Busam.ID – Memasuki hari ketiga pencarian balita yang tenggelam di anak Sungai Mahakam Jumat lalu (7/4/23), akhirnya membuahkan hasil.
Minggu (9/4/2023) siang, korban AKJ yang baru berumur 3,9 tahun ditemukan tim SAR Gabungan (relawan) di posisi 2 Kilometer dari lokasi pertama terseret arus.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban mengambang di permukaan Sungai Mahakam sejauh 2 kilometer di pukul 13.10 Wita.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Balikpapan Melkianus Kotta mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Dit Polairud Polda Kaltim saat melakukan penyisiran.
“Saat itu Tim SAR Gabungan tengah melakukan penyisiran dan melihat jasad mengambang di permukaan kemudian langsung melaporkan ke Unit Siaga SAR Balikpapan untuk segera dilakukan evakuasi,” terang Melky.
Selanjutnya usai dievakuasi ke daratan, jasad AKJ langsung dibawa ke Rumah Sakit IA Abdul Moeis untuk dilakukan visum.
“Dengan ditemukan jasad balita yang sedang dicari sejak Jumat (7/4/23) lalu, maka oeprasi SAR secara resmi kami tutup dan unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang balita bernama AKJ berusia 3,9 tahun berjenis kelamin laki-laki dilaporkan terseret arus sungai kecil yang terhubung ke Sungai Mahakam Samarinda pada Jumat (7/4/2023) sore.
Sang anak yang sebenarnya dikurung, berhasil keluar dan bermain di saluran air setempat, ketika pintu terbuka sebab ada pemasangan instalasi AC di rumahnya.
Saat itu ayahnya sedang bekerja, sementara sang ibu tengah memasak. Korban dan keluarganya saat kejadian baru tinggal seminggu di Samarinda, pindahan dari Nunukan. (Zul)
Editor : Risa Busam.ID








