Samarinda, Busam.ID – Seorang remaja dengan inisial MF (18) ditangkap anggota ojek online (Ojol) di kawasan pasar pagi, Rabu (5/10/2022) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita. Pelaku ditangkap lantaran kedapatan menggunakan kendaraan milik salah seorang anggota ojol yang dirampasnya dari korbannya.
Sempat dihakimi dan dijadikan bulan-bulana oleh warga, pelaku yang adalah seorang residivis langsung diamankan di Polsek Sungai Pinang.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Noor Dhianto melalui Kanit Reskrim IPDA Bambang Suheri mengatakan, modus pelaku adalah berpura-pura menjadi penumpang.
“Senin (4/10/2022) malam, pelaku melakukan pemesanan ojek online melalui aplikasi untuk minta diantarkan ke Jalan Trisari dari Jalan Kesehatan Dalam,” terang Bambang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/10/2022).
Sesampainya di tujuan, pelaku membayar korbannya sebesar Rp 20 ribu.
Dan pelaku kemudian meminta untuk diantarkan kembali ke Jalan Kesehatan Dalam tanpa melalui aplikasi.
“Sebelum diantar kembali, pelaku meminjam handphone milik korban dengan berbagai alasan hingga korban meminjamkannya,” tambahnya.
Ketika handphone milik korban berhasil dikuasai, korban dan pelaku menuju Jalan Kesehatan Dalam.
“Sesampainya di TKP (Kesehatan Dalamred)
pelaku kemudian mengambil paksa kendaraannya dengan ancaman akan menyakiti korbannya,” ungkapnya.
Pelaku sempat melarikan diri dengan membawa kendaraan dan handphone milik korbannya tersebut.
Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan oleh rekan Ojol lainnya di kawasan Pasar Pagi.
“Pelaku berhasil diamankan anggota ojek online di pasar pagi beserta kendaraan milik korban,” jelas Bambang.
Sementara handphone milik korbannya sudah dijual dengan harga Rp 450 ribu.”Saat ini kami masih mencari di mana pelaku menjual handphone milik korbannya itu,” terangnya.
Diketahui, pelaku adalah residivis dengan kasus pencurian dan sudah dua kali masuk penjara.
“Pelaku baru dua hari bebas dengan kasus pencurian,” terang Bambang.
Sementara dari pengakuan pelaku, hasil kejahatannya tersebut digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Uang hasil penjualan handphone, saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata MF. (dic)
Editor: Redaksi BusamID








