Samarinda, Busam.ID – Kondisi Sungai Mahakam yang masih mengalami penyusutan debit air dikarenakan musim kemarau, menjadi perhatian serius Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda.
Di tengah kondisi tersebut, kabut asap yang dalam 2 hari terakhir kembali meningkat di wilayah Samarinda juga turut membuat kewaspadaan terhadap aktivitas pelayaran diperketat.
Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang digelar di halaman belakang Kantor KSOP Kelas I Samarinda, Kamis (17/9/2026).
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Syahrun Asis, mengatakan kondisi Sungai Mahakam yang masih surut membuat surat imbauan keselamatan kepada para pengguna jasa pelayaran tetap diberlakukan. “Para pengguna jasa diminta mengurangi muatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan pelayaran,” terang Syahrun.
Bahkan, apabila kondisi sungai dinilai tidak memungkinkan untuk dilalui, aktivitas pelayaran diminta ditunda dan tidak dipaksakan. “Jangan memaksakan kegiatan demi keselamatan kita bersama,” tegas Syahrun.
Menurutnya, kondisi Sungai Mahakam dalam beberapa bulan terakhir mengalami penyusutan cukup signifikan. Sejumlah bagian sungai bahkan mengalami kondisi yang menyulitkan aktivitas pelayaran.
Karena itu, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan kapal, termasuk ketika kondisi perairan tidak mendukung.
Selain kondisi sungai, Syahrun mengungkapkan pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap yang kembali terlihat dalam 2 hari terakhir.
KSOP Samarinda telah berkoordinasi dengan asosiasi pelayaran Indonesian National Shipowners’ Association (Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia) atau INSA dan Indonesia Shipping Agencies Association (Asosiasi Perusahaan Keagenan Kapal Indonesia) atau ISAA untuk menyampaikan informasi kepada para nakhoda yang melakukan pelayaran di Sungai Mahakam maupun wilayah sekitarnya.
Para nakhoda diminta lebih berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi di lapangan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pelindo untuk mengantisipasi aktivitas bongkar muat apabila kondisi di lapangan sangat terbatas dan berpotensi mengganggu keselamatan.
Syahrun menegaskan, upaya menciptakan pelayaran yang aman tidak dapat hanya dibebankan kepada KSOP atau Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, diperlukan kepatuhan seluruh pemangku kepentingan terhadap regulasi dan standar operasional yang berlaku.
Mulai dari operator kapal, pelaku usaha, pemerintah daerah hingga masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Mahakam. “Percuma banyak aturan dikeluarkan, tetapi pemangku kepentingan dan masyarakat tidak mematuhi aturan atau SOP yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang membacakan amanat Menteri Perhubungan dalam upacara Harhubnas 2026, menekankan keselamatan harus menjadi prioritas dalam seluruh moda transportasi.
Pesan tersebut juga menjadi pengingat setelah terjadinya musibah pelayaran yang mengakibatkan sejumlah orang terjebak di dalam kapal.
“Kejadian tersebut harus menjadi pelajaran serius agar aspek keselamatan semakin diperhatikan dalam penyelenggaraan transportasi. Bukan hanya transportasi laut, tetapi juga transportasi darat dan udara,” tegasnya.
Harhubnas 2026 di Samarinda tidak hanya diisi upacara. Sebelumnya, KSOP Kelas I Samarinda juga menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya donor darah, sunatan massal, kerja bakti membersihkan selokan sepanjang Jalan Yos Sudarso, serta pemeriksaan kesehatan gratis. (zul)
Editor: M Khaidir


