Berbekal Pengalaman dari Jepang, Petani Millenial Kembangkan Pertanian Hidroponik di Loa Kulu

Busam ID
Petani milenial. (Istimewa)

Samarinda, Busam.ID – Pengembangan pertanian berbasis hidroponik belakangan ini kian digeluti oleh generasi muda. Salah satunya yang dilakukan oleh pemuda Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) Mutsril Fuad yang sukses mengembangkan pertanian berbasis hidroponik di wilayahnya.

Pengembangan pertanian berbasis hidroponik dilakukan setelah dirinya mendapatkan kesempatan belajar dan menimba pengalaman dari Negara Jepang. Dirinya mengakui terdapat perbedaan yang signifikan antar pertanian hidroponik di Jepang dengan yang dirinya kembangkan.

“Masih jauh perbedaannya yang saya kembangkan itu, mereka sudah menggunakan blower, AC, dengan alat pengatur suhu lainnya,” kata Fuad, Senin (25/11/2024).

Ia menjelaskan, media tanam hidroponik dengan pertanian konvensional memiliki perbedaan. Pertanian konvensional menggunakan media tanah. Sementara, hidroponik tidak memerlukan media tanah secara langsung.

Tanaman berbasis sistem hidroponik ini dinilai lebih sehat karena tanpa menggunakan pestisida, nilai jual lebih tinggi, permintaan pasar cukup banyak dan memiliki daya tahan dibandingkan tanaman yang ditanam menggunakan sistem konvensional.

“Kalau metode tanam hidroponik juga tak memerlukan lahan yang luas untuk di perkotaan, sistem hidroponik sangat bagus,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, berbagai tanaman yang ditanam menggunakan sistem hidroponik membutuhkan waktu yang lebih panjang hingga masa panen jika tidak terkena sinar matahari secara maksimal. Kata dia, untuk menyehatkan tanaman caranya menggunakan bahan-bahan organik seperti bawang putih, kunyit, dan serai yang ditumbuk dan difermentasi.

Sementara itu, berkat konsistennya di dunia pertanian, Fuaad juga kerap mendapat undangan untuk mengisi kegiatan pelatihan pertanian dengan sistem hidroponik di berbagai kecamatan seperti Loa Kulu, Loa Janan, dan Kembang Janggut. Selain melatih cara menanam dan merawat tanaman, Fuad juga membantu pemasaran tanaman yang dikembangkan para peserta yang mengikuti pelatihannya.

“Bagi yang mengikuti pelatihan tidak bakal saya lepas begitu saja. Saya tetap terus melakukan pembinaan,” jelasnya.

Ia selalu bersedia menjadi konsultan bagi siapa saja yang ingin mengembangkan pertanian berbasis hidroponik ini.

“Kami saling berbagi. Saya senang ilmu saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya. (ody/adv/distanakkukar)

Editor: Lisa

Baca berita BusamID seputar Kaltim, Samarinda dan lainnya melalui Google News

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *