Samarinda, Busam.ID – Dugaan keracunan makanan dalam program MBG di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), turut menjadi perhatian di Samarinda. Koordinator Wilayah BGN sekaligus Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda, Hariyono, memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) di Kota Tepian tetap dijalankan ketat.
Menurutnya, kejadian luar biasa (KLB) keracunan memiliki rantai yang panjang dan tidak bisa langsung disimpulkan dari 1 titik. “KLB itu rantainya panjang. Bisa dari bahan baku, proses produksi, pemorsian, sampai pengantaran. Untuk memutus rantainya harus lihat sampel dan diuji dulu,” terangnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan, antisipasi di Samarinda dilakukan dengan pengawasan kualitas secara menyeluruh. Setiap SPPG telah memiliki standar kematangan makanan, pengendalian suhu menggunakan termometer, serta sanitasi yang dijaga setiap hari. “Keamanan pangan titik kritisnya ada di suhu. Jadi suhu bahan baku dan makanan harus dipantau betul-betul di masing-masing SPPG,” katanya.
Hariyono menekankan agar tidak ada 1 pun tahapan SOP yang terlewat, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi ke sekolah. Ia meyakini, selama prosedur dijalankan sesuai standar, potensi risiko bisa ditekan.
Selain itu, hampir seluruh SPPG di Samarinda telah mengikuti pelatihan penjamah makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Penyuluhan keamanan pangan juga rutin dilakukan untuk memastikan kualitas tetap terjaga. “Saya yakin kalau SOP jalan, insyaallah aman. Termasuk kualitas bahan baku sampai ke penerimaan dan distribusi,” tutupnya. (uca)
Editor: M Khaidir


